Bernardus Djonoputro
Ketua Majelis Kode Etik, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP)

Bernardus adalah praktisi pembiayaan infrastruktur dan perencanaan kota. Lulusan ITB jurusan Perencanaan Kota dan Wilayah, dan saat ini menjabat Advisor Senior disalah satu firma konsultan terbesar di dunia. Juga duduk sebagai anggota Advisory Board di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung ( SAPPK ITB).

Selain itu juga aktif sebagai Vice President EAROPH (Eastern Region Organization for Planning and Human Settlement) lembaga afiliasi PBB bidang perencanaan dan pemukiman, dan Fellow di Salzburg Global, lembaga think-tank globalisasi berbasis di Salzburg Austria. Bernardus adalah Penasehat Bidang Perdagangan di Kedubes New Zealand Trade & Enterprise.

Menu Après-ski Davos dan Pengaruh World Economic Forum bagi Indonesia

Kompas.com - 28/01/2020, 12:17 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Namun The Guardian merilis biasa rata-rata 30.000-an orang total memanfaatkan satu minggu tersebut untuk pertemuan dan penyampaian gagasan di sekitar panggung utama.

Desa ski kecil di lembah berpenduduk 11,000 orang ini pun sibuk dan macet karena manusia-manusia dari pusat-pusat ekonomi dunia datang pada saat bersamaan.

Tema pertemuan kali ini adalah Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World, dengan fokus pada pembaruan konsep stakeholder dalam kapitalisme untuk mengatasi ketimpangan pendapatan, terbelahnya masyarakat dan krisis lingkungan.

Lebih dari 400 sesi berjalan paralel, dan ratusan lainnya di seantero desa.

Menjajal Rencana Pemindahan IKN

Isu pengembangan kota layak huni dan cergas, dan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan menjadi topik pertama pada hari ke-3 WEF bertempat di paviliun Indonesia.

Bagi saya, nyata bahwa perpindahan IKN menjadi perhatian dunia, sehingga solusi teknokratik pembangunan peradaban baru menuntut diaplikasikannya ukuran-ukuran kenyamanan hidup kota dan solusi teknologi terapan dalam bungkus dua isu utama: Daya Dukung dan Karunia Lokal serta Kebijakan dan Teknik Perencanaan Tepat Guna.

Dua payung besar perencanaan ini dalam kerangka Kelayakan Huni Kota Indonesia dirilis Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) dalam Kriteria Kota Layak Huni 4.0.

Konsekuensi tata kota bagi IKN dan kota Indonesia masa depan meliputi pemenuhan aspek-aspek sebagai berikut:

- Pemenuhan target SDG 11 dalam perencanaan dan tanggap terhadap bencana

- Memastikan pembangunan kota baru yang sesuai dengan daya dukung, mempertimbangkan karunia sosial ekonomi setempat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.