Kendaraan ODOL Harus Dilarang, Keselamatan Jalan Tak Bisa Ditawar!

Kompas.com - 27/01/2020, 11:49 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019) DOKUMENTASI KEMENHUBMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)

SURAT Edaran Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Pengawasan Terhadap Mobil Barang Atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Load) dan/atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension) ternyata masih bisa ditoleransi.

Hal ini menyusul keberatan yang disampaikan Menteri Perindustrian melalui surat Nomor 872/M-IND/12/2019 bertanggal 31 Desember 2019, terkait tujuan untuk meningkatkan laju perekonomian.

Toleransi boleh masuknya truk ODOL di jalan tol yang disampaikan tanggal 23 Januari 2020 oleh Dirjen perhubungan Darat adalah sebuah kemunduran paradigma keselamatan jalan.

Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian telah bersepakat akan memberlakukan pengecualian untuk kendaraan ODOL yang mengangkut lima industri pengangkut komoditas, yakni semen, baja, kaca lembaran, beton ringan, dan air minum dalam kemasan.

Apabila truk dengan muatan lima komoditas industri ini diizinkan, otomatis truk ODOL bisa lewat semua jalan di darat, karena akses masuk/keluar tol pasti jalan nasional/provinsi/kota kabupaten.

Selain itu, tidak ada jaminan bahwa lima item muatan yang diizinkan masuk di jalan tol bebas dari kecelakaan fatalitas.

Lima item muatan tersebut semuanya berisiko over load karena masuk kategori barang sangat berat sehingga dapat melebih berat muatan yang dizinkan. Akibatnya, dapat mengganggu kinerja rem truk pengangkutnya.

Dalam kasus permintaan Menteri Perindustrian untuk mengejar laju pekerekomian, apabila dipaksa untuk mengirim barang secara cepat, tentunya pelaku usaha bisa mengoperasikan sarana truk lebih banyak sesuai kemampuan tonase yang dimiliki.

Memang cara ini akan lebih mahal karena harus menyewa 2 truk untuk mengangkut barang, dibanding sebelumnya hanya 1 truk.

Namun, demi keselamatan pengguna jalan, biaya mahal tidak menjadi beban apapun, sebaliknya apabila murah namun tidak selamat buat apa?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X