Uji Coba, "Underpass" NYIA Bisa Dilintasi Semua Jenis Kendaraan

Kompas.com - 22/01/2020, 13:06 WIB
Underpass NYIA Dok. Kementerian PUPRUnderpass NYIA

JAKARTA, KOMPAS.com - Jembatan bawah tanah ( underpass) New Yogyakarta International Airport ( NYIA) yang diklaim terpanjang di Indonesia akan segera menjalani uji coba.

Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Underpass NYIA M Syidik Hidayat menuturkan, uji coba ini akan berlaku untuk umum.

Dengan demikian, masyarakat dapat mencoba melintasi jalan bawah tanah tersebut mulai Jumat (22/1/2020) pagi.

Syidik menambahkan, jika uji coba lancar, maka underpass akan dibuka seterusnya. Namun hingga kini, belum ada informasi kapan jalan itu akan diresmikan.

"Belum ada info," ucap Syidik kepada Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

Jelang uji coba, Syidik menerangkan seluruh persiapan termasuk prasarana sudah dilakukan sesuai peraturan.

Baca juga: Jumat Pagi, Underpass Terpanjang di Indonesia akan Diuji Coba

Nantinya saat uji coba, semua jenis kendaraan diperbolehkan melintas. Tetapi Syidik mengingatkan, ada persyaratan tertentu yakni ketinggian maksimum kendaraan 5 meter serta berat maksimal 8 ton.

"Selama berat dan ukurannya memenuhi, boleh melintas," kata dia.

Underpass NYIAKementerian PUPR Underpass NYIA
Kemudian pengemudi juga diimbau agar mematuhi batas kecepatan kendaraan yaitu 60 kilometer per jam. Pengendara juga dilarang berhenti di pinggir jalan.

Sebelumnya, Syidik mengimbau pengendara untuk tetap meneruskan perjalanan. Imbauan ini muncul karena dikhawatirkan ornamen yang ada di sepanjang jalan membuat pengendara ingin berhenti dan melakukan swafoto.

Seperti diketahui, di kanan dan kiri jalan terdapat hiasan schenography tarian rakyat khas Yogyakarta.

Konsep yang diusung pun bertema Gerak Gumerah yang menyambut setiap pengemudi yang melintas.

Baca juga: Ornamen di Underpass Terpanjang Indonesia Ide dari Sultan HB X

Tak hanya ornamen penari, pada pembatas jalan juga terpampang dekorasi Setilir Gebleg Renteng khas Kulon Progo.

Pada gerbang masuk juga terdapat dekorasi hiasan Kalamakara dan Sulur yang mirip dengan ornamen di depan area Taman Sari.

Ide dekorasi tersebut berasal dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X