Mimpi Mengintegrasikan Transportasi Umum Seperti di Luar Negeri

Kompas.com - 15/01/2020, 08:00 WIB
Penumpang KRL menunggu kereta tujuannya di Stasiun Manggarai, Jakarta Selata, Selasa (3/12/2019). PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan perubahan jadwal kereta yang berdampak pada lonjakan penumpang di sejumlah stasiun. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOPenumpang KRL menunggu kereta tujuannya di Stasiun Manggarai, Jakarta Selata, Selasa (3/12/2019). PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan perubahan jadwal kereta yang berdampak pada lonjakan penumpang di sejumlah stasiun.

INTEGRASI  transportasi bertujuan menaikkan dan memudahkan pengguna jasa transportasi umum untuk beralih moda ke transportasi umum lainnya.

Harapannya, dengan integrasi ini, akan ada peralihan dari kebiasaan menggunakan kendaran pribadi ke transportasi umum.

Dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek, Pemerintah menargetkan sebanyak 40 persen terjadi peralihan pada 2019, dan 60 persen pada 2020.

Namun, target tersebut tampaknya harus didukung oleh kerja keras, koordinasi, dan sinergi semua pihak terkait.

Masalahnya, dari observasi Visual Frequency and Occupancy (VFO) yang dilakukan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia pada 2011-2018 mengenai volume angkutan umum di Jakarta,  terjadi penurunan penumpang angkutan umum.

Penurunan tersebut menncapai 30 persen. Parahnya lagi, dalam survei lain yang juga dijalankan ITDP, ditemukan angka yang signifikan yakni sebanyak 58 persen pengguna ojek online ternyata adalah pengguna angkutan umum.

Data ini menegaskan, penumpang angkutan umum cenderung memilih ojek online sebagai moda transportasi andalan yang sangat berpengaruh pada berkurangnya jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta.

Hal ini sekaligus menunjukkan fakta bahwa kebijakan integrasi transportasi umum perkotaan yang sudah lama didengungkan, belum bisa terwujud sempurna hingga sekarang.

Jika becermin pada banyak negara yang sudah mengoperasikan transportasi umum sebagai tulang punggung (backbone) transportasi, ada tiga integrasi yang harus dilakukan, yaitu integrasi fisik, integrasi jadwal, dan integrasi pembayaran.

Integrasi fisik, memungkinkan penumpang berpindah intra dan atau antar moda transportasi lainnya secara mudah.

Demikian pula ketika melewati trotoar yang menghubungkan antar moda transportasi umum tidak ada lagi terhadang PKL dan parkir sepeda motor.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X