Langkah Taktis Basuki Atasi Banjir Lebak

Kompas.com - 08/01/2020, 22:24 WIB
Korban Banjir Bandang di Kampung Somang, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak dievakuasi menggunakan perahu karet lantaran jembatan putus Kamis (2/1/2020) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINKorban Banjir Bandang di Kampung Somang, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak dievakuasi menggunakan perahu karet lantaran jembatan putus Kamis (2/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak, Banten, mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur.

Kerusakan tersebut meliputi 22 jembatan gantung non permanen, tiga jembatan gantung non permanen, tiga jembatan komposit, satu jembatan rangka, serta dua jalan kabupaten.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/1/2020) menuturkan, dalam dua minggu ini akan memperbaiki jembatan rusak agar konektivitas masyarakat dapat kembali normal.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Direktorat Jenderal Cipta Karya menyiapkan posko pengungsi yang dilengkapi sarana di sejumlah titik terdampak seperti di Kecamatan Sajira dan Lebak Gedong.

Baca juga: Strategi Basuki Tangani Banjir Jadebotabek

Sarana tersebut meliputi empat unit mobil tangki air berkapasitas 4000 liter per detik, dan 12 unit hidran umum berkapasitas 2000 liter per detik.

Kemudian tiga unit tenda pleton pengungsi, toilet mobil sebanyak tiga unit, satu unit dump truck, serta 15 orang personil.

Menurut Basuki, ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi merupakan hal penting dalam masa tanggap darurat.

"Kita juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile untuk menyuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian," kata Basuki.

Sejumlah titik longsor dan jembatan putus di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak setelah banjir bandang menerjang, Rabu (1/1/2020)KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Sejumlah titik longsor dan jembatan putus di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak setelah banjir bandang menerjang, Rabu (1/1/2020)
Basuki juga menginstruksikan agar konstruksi Bendungan Karian yang berlokasi di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, selesai tepat waktu pada Maret 2021.

Hingga saat ini, progres pembangunan Bendungan Karian mencapai 56,5 persen.

Kelak jika rampung, bendungan ini akan memiliki kapasitas tampung sebesar 314.7 juta meter kubik dan luas genangan maksimum sebesar 1,740 hektar.

Nantinya, bendungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan suplesi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung dengan luas 22.000 hektar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X