Kajian IAP, Butuh 192.513 Sumur Resapan Atasi Banjir Jakarta

Kompas.com - 05/01/2020, 16:46 WIB
Ilustrasi banjir TOTO SIHONOIlustrasi banjir

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur ibu kota pada awal tahun 2020 dinilai sebagai curah hujan terkestrim selama 186 tahun terakhir. Akibatnya, sejumlah wilayah di Jabodetabek terdampak banjir.

Banjir tak hanya menimpa perumahan kumuh dan padat penduduk, melainkan juga di sejumlah kawasan perumahan elite, seperti Kelapa Gading, dan Cempaka Putih.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) DKI Jakarta Dani Muttaqin berpandangan, ancaman curah hujan ekstrim perlu dihadapi dengan penanganan yang ekstrim dan radikal pula.

“Perlu ada peningkatan kapasitas penanganan bencana yang ekstrim dan radikal untuk menanggulangi banjir di Jakarta," ujar Dani dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Jumat, (3/1/2020).

Untuk itu, perlu kapasitas penanganan bencana seperti penanganan struktur, non-struktur, regulasi, maupun tata kelola.

Dia menilai, kapasitas penanganan banjir ibu kota saat ini belum memadai. Padahal, curah hujan ekstrim kemungkinan akan terjadi lagi dalam waktu dekat.

Salah satunya diakibatkan fenomena perubahan iklim maupun tekanan penduduk yang semakin tinggi di kawasan Jabodetabek.

Baca juga: Penanganan Banjir Jakarta Bisa Meniru Tokyo

Secara akademis, risiko bencana (R) bergantung pada besarnya ancaman (H) dan kerentanan (V) yang berbanding terbalik dengan kapasitas, baik kapasitas struktur, non-struktur, regulasi maupun tata kelola (C).

Dengan semakin tingginya ancaman curah hujan ekstrim dan kerentanan wilajah Jakarta yang berada di bawah permukaan laut, maka kapasitas penanggulangan harus semakin besar.

Rumus penghitungan banjirDok. Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia Provinsi DKI Jakarta Rumus penghitungan banjir
Dari kajian IAP DKI Jakarta, langkah ekstrim yang diperlukan untuk meningkatan kapasitas penanggulangan banjir antara lain, pembangunan waduk Ciawi dan waduk Sukamahi dengan kapasitas 6,45 juta meter kubik dan 1,65 juta meter kubik di hulu.

Kapasitas kedua waduk tersebut bisa menampung sekitar 30 persen aliran air yang mengarah ke Jakarta sehingga masih dibutuhkan adanya tambahan pembuatan sumur resapan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X