Strategi Basuki Tangani Banjir Jadebotabek

Kompas.com - 06/01/2020, 23:20 WIB
Sebanyak 295 generasi muda PUPR dalam survei rapid assesment terhadap penyebab banjir di Banten, DKI Jakarta, serta Jawa Barat. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRSebanyak 295 generasi muda PUPR dalam survei rapid assesment terhadap penyebab banjir di Banten, DKI Jakarta, serta Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menugaskan sebanyak 295 generasi muda dalam survei rapid assesment terhadap penyebab banjir di Banten, DKI Jakarta, serta Jawa Barat.

Pelaksanaan survei dibagi menjadi lima tim, Korwil I (Jakarta Barat, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak), Korwil II (Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Kota Bekasi), Korwil III (Jakarta Selatan dan kabupaten Bogor), Korwil IV (Jakarta Utara dan Kabupaten Bekasi), dan Korwil V (Kota Bekasi).

Kelima tim tersebut bertugas dalam mengidentifikasi permasalahan, menyusun langkah penanganan serta melakukan pendataan kerusakan sarana prasarana akibat dari banjir.

Baca juga: Lawakan Tak Lucu Awal Tahun: Normalisasi versus Naturalisasi

Survei 5 wilayah koordinasi menunjukkan adanya 178 titik banjir maupun genangan yang tersebar pada 1 Januari 2020 lalu di wilayah Jabodetabek.

Banjir tersebut disebabkan oleh 44 titik tanggul jebol, 3 titik drainase tersumbat, 13 titik kapasitas drainase terlampaui, 11 pintu air rusak, 2 titik pompa tidak berfungsi seperti di Kampung Pulo Jakarta Timur dan Pondok Gede Permai di Jatiasih Bekasi.

Kemudian, 19 titik sedimentasi, 17 titik penumpukan sampah, 62 titik limpasan air dari sungai/saluran, 1 titik longsor, dan 6 titik genangan di jalan tol.

Basuki mengatakan hasil survei lapangan harus ditindaklanjuti dengan penanganan jangka pendek maupun jangka menengah.

Baca juga: Kementerian PUPR Sampaikan Laporan Keuangan kepada BPK

Adapun dalam jangka pendek teridentifikasi sebanyak 114 titik harus segera ditangani sekaligus antisipasi menghadapi curah hujan tinggi. Sedangkan penanganan jangka menengah terdapat 64 lokasi.

“Penanganan jangka pendek harus dilaksanakan mulai pekan ini dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah setempat (provinsi/kabupaten/kota),” ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Senin, (6/1/2020).

Penanganan jangka pendek tersebut meliputi tanggul jebol dengan pemasangan kantong geobag/sandbag, pengerukan sedimen, dan pembersihan sampah serta perbaikan tanggul/talud di 20 titik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X