Gelar Munas, REI Bersiap Pilih Ketua Baru

Kompas.com - 28/11/2019, 09:58 WIB
Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) REI ke-16 di Hotel Intercontinental Pondok Indah, dari 26-28 November 2019. Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri ATR dan Kepala BTN Sofyan Djalil, Rabu (27/11/2019) kemarin. Dok DPP REIPersatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) REI ke-16 di Hotel Intercontinental Pondok Indah, dari 26-28 November 2019. Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri ATR dan Kepala BTN Sofyan Djalil, Rabu (27/11/2019) kemarin.
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) REI ke-16 di Hotel Intercontinental Pondok Indah,dari 26-28 November 2019. Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri ATR dan Kepala BTN Sofyan Djalil mewakili Presiden RI Joko Widodo, Rabu (27/11/2019) kemarin.

Munas REI ke-16 ini mengangkat tema “Menata Kembali Regulasi dan Kebijakan yang Mendukung Program Pembangunan Perumahan Rakyat dan Bertumbuhnya Industri Properti”. Setelah beberapa sidang dan seminar, hari ketiga Munas REI akan menjadi puncak kegiatan dengan agenda pemilihan ketua umum DPP REI periode 2019-2022 dan diakhiri dengan acara penutupan.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, perhelatan munas kali ini memang menjadi event terbesar dan forum tertinggi organisasi REI untuk menyusun kembali orientasi REI tiga tahun ke depan sekaligus memilih pemimpin terbaik untuk menahkodai REI periode 2019 – 2022.

 “Panitia telah berupaya untuk menyusun dan mempersiapkan acara dengan sebaik-baiknya, memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik bagi seluruh peserta sehingga seluruh rangkaian acara Munas REI ke-16 dapat berlangsung dengan baik dan lancar,” ujar Djoko.

Menjaga Soliditas REI Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menambahkan bahwa perhelatan munas merupakan event terbesar dan forum tertinggi organisasi REI untuk menyusun kembali orientasi organisasi untuk tiga tahun ke depan, sekaligus memilih pemimpin terbaik yang akan menahkodai REI untuk periode 2019 – 2022.

"Kami berharap pemerintah dapat menyusun dan menjamin adanya regulasi yang mendukung bertumbuhnya bisnis properti sehingga aktivitas industri properti dapat berjalan dengan lebih baik, tumbuh dengan positif dan memberikan dampak secara agrerat terhadap perekonomian nasional," ujar Ketua REI Soelaeman Soemawinata atau akrab disapa Eman.

Selama 3 tahun terakhir, lanjut Eman, DPP REI sudah berusaha semaksimal mungkin menunaikan amanah seluruh anggotanya untuk mendukung pembangunan perumahan nasional sesuai slogannya sebagai garda terdepan membangun rumah rakyat.

"Selama perjalanan tiga tahun sudah banyak program dijalankan dan dicapai. Tapi, tentu masih ada beberapa hal belum tuntas terlaksana sehingga mari kita bersama-sama menjadikan munas ini sebagai momentum untuk lebih meningkatkan kualitas organisasi di masa mendatang," ucap Eman.

Usai meresmikan munas, kepada wartawan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, mengatakan bahwa pemerintah bakal segera melakukan penyederhaaan regulasi yang dianggap tidak efektif mendorong pertumbuhan di berbagai sektor, termasuk sektor properti melalui Undang-Undang Omnibus Law.

Setidaknya ada sekitar 74 undang-undang yang menurut Sofyan menghambat penciptaan lapangan pekerjaan dan iklim investasi di beberapa sektor.

“Investasi kan kunci pertumbuhan ekonomi sehingga untuk itulah akan diterbitkan undang-undang yang akan menerobos sejumlah UU yang dianggap masih menghambat," ujar Sofyan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X