Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Intiland Kembangkan Masjid Ikonik di Talaga Bestari

Kompas.com, 27 November 2019, 20:49 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pengembang PT Intiland Development Tbk melalui anak usahanya PT Sinar Puspapersada, mendirikan Masjid Jami’ Al-Kautsar Talaga Bestari.

Talaga Bestari merupakan proyek pengembangan kawasan terpadu seluas 308 hektar di Cikupa, Tangerang.

Pembangunan rumah ibadah ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Rabu (27/11/2019).

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis Intiland Permadi Indra Yoga, pembangungan masjid tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memenuhi kebutuhan ibadah warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Baca juga: Setelah Renovasi, Masjid Istiqlal Bakal Lebih Kinclong

"Kami menangkap aspirasi dan kebutuhan warga perumahan terhadap fasilitas ibadah cukup tinggi. Semoga proses pembangunannya berjalan lancar dan masjid Jami’ Al-Kutsar menjadi kebanggaan warga Talaga Bestari," ucap Permadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Masjid ini didirikan di atas lahan seluas 3.900 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 650 meter persegi.

Bangunan tersebut dapat menampung sekitar 600 orang, serta bisa ditingkatkan menjadi hingga 3.000 orang dengan memanfaatkan halaman dan area parkir.

Untuk desainnya, Permadi mengatakan, rumah ibadah ini memiliki rancangan desain yang digadang-gadang akan menjadi landmark kawasan Talaga Bestari. Desain gedung terinspirasi dari bentuk Kabah dengan dominasi warna hitam.

Bangunan juga akan dilengkapi dengan ornamen kaligrafi bertuliskan lafaz Al-Kautsar berwarna kuning pada bagian dindingnya.

Masjid tersebut nantinya juga tidak menerapkan penggunaan kubah untuk bagian atapnya. Selain itu, bangunan rumah ibadah ini didesain tanpa menggunakan tiang penyangga, sehingga memberikan ruang luas bagi para jamaah.

Desain bangunan tersebut juga merupakan respons terhadap iklim tropis di Indonesia. Selanjutnya, plafon pada masjid disebut akan menghadirkan sirkulasi udara yang lebih baik.

Pemilihan plafon yang tinggi juga untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah jamaah sehingga perlu diperluas dengan pembangunan lantai mezzanine di masa mendatang.

"Desain mihrab (tempat imam) masjid akan menyerupai Ka’bah dan dibuat terbuka, untuk menghadirkan suasana seperti beribadah di depan Ka’bah. Pada mihrab masjid akan diberikan unsur air agar menambah kesejukan bagi jamaah yang menjalankan ibadah di Masjid Jami’ Al-Kautsar," ucap Permadi.

Dia menambahkan, proses pembangunan rumah ibadah tersebut akan memakan waktu hingga satu tahun. Dengan demikian, pihaknya berharap pada akhir tahun 2020, masjid ini dapat beroperasi.

 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau