Kompas.com - 27/11/2019, 05:45 WIB
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi Za Dullong beserta pembicara lainnya pada acara diskusi terkait urusan perumahan rakyat, pemukiman, dan pembangunan kawasan perkotaan/pedesaan di Hotel InterContinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019). Kompas.com/SuhaielaDirjen Penanganan Fakir Miskin Andi Za Dullong beserta pembicara lainnya pada acara diskusi terkait urusan perumahan rakyat, pemukiman, dan pembangunan kawasan perkotaan/pedesaan di Hotel InterContinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi Za Dulung mengatakan, Kementerian Sosial sukses melakukan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH).

Program ini megharuskan penerima manfaat melalui mekanisme penerimaan bantuan RS-RTLH mulai dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan mengajukan proposal terhadap desa atau kelurahan setempat, kemudian desa atau kelurahan akan mengajukan proposal yang dibuat KPM secara berkelompok.

"Dinas Sosial kabupaten atau kota nantinya akan memverifikasi dan memvalidasi proposal yang diajukan." kata Andi, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Periode Hampir Selesai, Begini Capaian Program Sejuta Rumah

Ada beberapa kriteria dan persyaratan atas terwujudnya RS-RTLH ini, seperti masyarakat yang memiliki rumah dengan dinding atau atap terbuat dari bahan yang mudah rusak, sanitasi yang terbuat dari tanah, luas lantai kurang dari 7,2 meter, dan tidak memiliki tempat mandi cuci kakus.

Adapun persyaratannya sebagai berikut, masyarakat fakir miskin dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, belum pernah mendapatkan bantuan sosial RS-RTLH sebelumnya, serta memiliki rumah di atas tanah milik sendiri.

Selain itu, Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial juga memiliki berbagai program prioritas lain, seperti Bantuan Penanganan Non Tunai (BPNT) yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dan kelompok rentan melalui keuangan inklusi, serta Usaha Ekonomi Kreatif (UEP) yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan produktivitas sosial keluarga miskin dan rentan.

Program ini akan terus ditingkatkan, terutama di wilayah III khusus di wilayah perkotaan sebanyak 18.000 pembangunan RS-RTLH dari total tahun 2019 ini yang hanya mencapai 14.000 rumah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Berita
Rencana Perdamaian PKPU Sentul City Disahkan, Konsumen Ajukan Peninjauan Kembali

Rencana Perdamaian PKPU Sentul City Disahkan, Konsumen Ajukan Peninjauan Kembali

Berita
Sungai Deli Penuh Sampah, Bobby Nasution: Jadi Perhatian, Harus Bersih

Sungai Deli Penuh Sampah, Bobby Nasution: Jadi Perhatian, Harus Bersih

Kawasan Terpadu
Masih Uji Coba, E-Parking Sudah Setor Rp 10 Juta ke Kas Pemkot Medan

Masih Uji Coba, E-Parking Sudah Setor Rp 10 Juta ke Kas Pemkot Medan

Kawasan Terpadu
Bakal Divestasi Tiga Ruas Tol, Jasa Marga Bidik Rp 1,5 Triliun hingga Rp 3 Triliun

Bakal Divestasi Tiga Ruas Tol, Jasa Marga Bidik Rp 1,5 Triliun hingga Rp 3 Triliun

Berita
Enam Hal yang Wajib Diketahui untuk Membangun Pondasi Rumah

Enam Hal yang Wajib Diketahui untuk Membangun Pondasi Rumah

Konstruksi
Kuartal I Tahun 2021, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Kuartal I Tahun 2021, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Perumahan
'Seluruh Bangunan di Kawasan Heritage Harus Mengikuti Regulasi Cagar Budaya'

"Seluruh Bangunan di Kawasan Heritage Harus Mengikuti Regulasi Cagar Budaya"

Kawasan Terpadu
Tips Inspirasi Ruangan Nyaman dari IKEA Kota Baru Parahyangan

Tips Inspirasi Ruangan Nyaman dari IKEA Kota Baru Parahyangan

Tips
BPN Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pusat Pendidikan Pelatihan Propam Polri

BPN Serahkan Sertifikat Tanah untuk Pusat Pendidikan Pelatihan Propam Polri

Berita
Gandeng Moie, Fairpoint Hadirkan Apartemen Rp 30 Miliar

Gandeng Moie, Fairpoint Hadirkan Apartemen Rp 30 Miliar

Apartemen
1.000 Rumah Tak Layak Huni di Kendal Siap Diperbaiki

1.000 Rumah Tak Layak Huni di Kendal Siap Diperbaiki

Perumahan
Fokus Tangani Covid-19, Waskita Bantah Ada Kenaikan Gaji Karyawan

Fokus Tangani Covid-19, Waskita Bantah Ada Kenaikan Gaji Karyawan

Berita
Gubernur NTT: Konstruksi Bangunan Harus Tahan Gempa dan Bencana

Gubernur NTT: Konstruksi Bangunan Harus Tahan Gempa dan Bencana

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Kecuali Cijago, Tol JORR II Bakal Tersambung Akhir 2021

[POPULER PROPERTI] Kecuali Cijago, Tol JORR II Bakal Tersambung Akhir 2021

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X