Pulihkan Ekonomi, Dua Ruas Jalan di Kota Palu Direkonstruksi

Kompas.com - 26/11/2019, 08:54 WIB
Pembangunan dan rekonstruksi ruas Jalan Nasional Tompe-Dalam Kota Palu-Surumana Dok. Kementerian PUPRPembangunan dan rekonstruksi ruas Jalan Nasional Tompe-Dalam Kota Palu-Surumana

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) memulai pembangunan dan rekonstruksi ruas jalan nasional dan non-nasional di Kota Palu, Minggu (25/11/2019).

Salah satu ruas yang direkonstruksi Jalan Nasional Tompe-Dalam Kota Palu-Surumana.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (25/11/2019), Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan tersebut dilakukan sepanjang 48,9 kilometer dan 21 jembatan sepanjang 634,40 meter.

Pembangunan berlangsung hingga awal Januari 2021. Adapun anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 150 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya-Passokarang (KSO).

Baca juga: Hunian Tetap Korban Gempa Palu Terbangun 300 Unit

Sedangkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi jalan non nasional Palupi-Simoro-Kalawara-Palolo serta akses ke lokasi hunian tetap sepanjang 42,31 kilometer dikerjakan oleh kontraktor PT Widya Sapta Contractor-Sarana Puterasejati (KSO) dengan nilai kontrak sebesar Rp 73 miliar.

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperbaiki konektivitas antar pusat kegiatan. Dengan demikian, perekonomian di Kota Palu dapat berkembang.

Selain perbaikan jalan, Arie mengatakan Kementerian PUPR juga akan membangun Tanggul Pantai Silebeta. Tanggul tersebut akan membentang sepanjang 7,2 kilometer dari ujung Jalan Cumi-Cumi hingga Kawasan Penggaraman.

Tanggul ini didesain untuk menanggulangi abrasi, dan menahan muka air laut tertinggi supaya tidak membanjiri Kawasan Tanggh Bencana Silebeta. 

Pembangunan ini merupakan bagian dari Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar.

Tak hanya rekonstruksi jalan dan pembangunan tanggul, Arie mengatakan pihaknya juga berencana melakukan kegatan lain seperti pembangunan jalan logistik dan wisata yang ditinggukan (elevated road), pembangunan tsunami shelter terintegrasi, rekonstruksi kampus IAIN.

Ada pula penataan kawasan terbuka hijau dan jetty unuk nelayan, pembangunan kembali Jembatan Palu IV sebagai ikon kota, serta penanaman hutan bakau.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X