Pemerintah, Jangan Hanya IKN Baru Perhatikan Juga Mahakam Ulu

Kompas.com - 24/11/2019, 19:12 WIB
Kondisi jalan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Tengah Djoko SetijowarnoKondisi jalan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Tengah

Sisanya 309,456 kilometer merupakan jalan lokal dan lingkungan primer serta kolektor primer lainnya. Ruas jalan dengan kondisi baik 46,9 kilometer (6,3 persen), ruas jalan dengan kondisi sedang 19,71 kilometer (2,6 persen).

Sementara ruas jalan yang rusak ringan sampai dengan rusak berat 670,98 kilometer. Sedangkan ruas jalan beraspal hanya 18 kilometer (2,4 persen).

Di samping itu, masih ada jalan sejajar perbatasan Kalimantan yang melintang di Kabupaten Mahakam Ulu. Menurut data Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) per 1 April 2019, ruas Batas Kalbar-Tiong Ohang-Long Pahangai-Long Boh sepanjang 243,34 kilometer.

Kondisi permukaan agregat 128,24 kilometer (52,7 persen) dan tanah 115,10 kilometer (47,3 persen).

Karena cukup banyak aliran sungai, terdapat 11 unit jembatan bailey, 23 unit jembatan dari kayu log dengan kondisi rusak parah, 8 unit jembatan girder, 2 unit jembatan beton, 1 unit jembatan tipe aramco, 11 unit jembatan rangka baja, 2 unit jembatan gantung, dan 1 unit jembatan rangka kayu ulin.

Permasalahan yang kerap terjadi adalah keterbatasan akses layanan transportasi, mengingat moda trasportasi darat dan udara tidak bisa berjalan maksimal. Praktis hanya mengandalkan transportasi sungai.

Itu pun sangat tergantung pada kondisi alam, musim kemarau kekurangan pasokan air sungai, musim hujan menimbullan banjir besar. Belum lagi melewati beberapa riam yang cukup rawan kecelakaan perairan melalui sungai.

Kemudian, mahalnya biaya transportasi, mengingat ongkos transportasi untuk moda sungai atau perairan (speedboat, longboat, kapal ketinting) relatif lebih mahal dibandingkan menggunakan transportasi darat.

Operasional menggunakan BBM untuk moda air lebih mahal dari transportasi darat. Harga semen bisa mencapai Rp 500.000 per zak.

Berdampak pula pada ekonomi biaya tinggi karena angkutan sembako dan lain-lain masih memanfaatkan transportasi sungai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X