Bidik Wisatawan "10 Bali Baru", Artacon Luncurkan Vila di Magelang

Kompas.com - 21/11/2019, 13:44 WIB
Tingginya potensi sewa vila di kawasan Magelang mendorong PT Artacon Griya Lestari mengembangkan Vila Artayudan Village di kota tersebut. Dok PT Artacon Griya Lestari Tingginya potensi sewa vila di kawasan Magelang mendorong PT Artacon Griya Lestari mengembangkan Vila Artayudan Village di kota tersebut.
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya potensi sewa vila di kawasan Magelang mendorong PT Artacon Griya Lestari mengembangkan Vila Artayudan Village di kota tersebut. Perubahan Magelang sebagai kota pariwisata mendorong tingginya potensi sewa vila di kawasan itu.

Hal tersebut dikemukakan Lukman Hakim, Direktur Utama PT Artacon Griya Lestari, dalam paparannya di Jakarta, Rabu (20/11/2019). Lukman mengatakan, Artacon mengusung konsep vila lantaran potensi sewanya di Magelang cukup tinggi.

"Selain wisata Borobudur, di sini juga ada akademi militer dan SMA Taruna Nusantara yang setahun dua kali sudah pasti ada pertemuan besar. Keluarga dari siswa Taruna kan butuh tempat tinggal sementara," kata Lukman.

Selain itu, digelarnya beberapa konser musik dalam 2 atau 3 tahun belakangan di kawasan Borobudur membuat tingkat okupansi hotel dan vila di kawasan Borobudur sangat tinggi.

"Nilai sewa vila dua kamar di sini berkisar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per hari. Kalau vila 3 kamar ke atas bisa sampai Rp2 juta," papar Lukman.

Lukman menuturkan, lokasi vila yang dibangun ini sangat strategis, yakni di Kecamatan Mertoyudan, tepatnya 100 meter dari Jalan Raya Magelang dan berbatasan langsung dengan pusat kota. Proyek vila ini mulai diperkenalkan sejak awal 2019 lalu.

Artacon memanfaatkan lahan seluas 6.400 meter persegi untuk mengembangkan Artayudan Village. Komplek vila ini meliputi 31 unit vila dua lantai mulai tipe 83/103 sampai 115/147. Saat ini 20 persen unit vila itu sudah terjual.

"Untuk tipe 83 kami tawarkan mulai Rp885 juta, sedangkan tipe 112 itu Rp1,1 miliar, dan tipe 115 di angka Rp1,2 miliar," papar Lukman.

Selain fasilitas lingkungan yang teduh, menurut Lukman, kekuatan dari area vila ini adalah pemandangan alam di sekelilingnya. Di sebelah timur ada pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, sedangkan di barat terpampang pesona Gunung Sindoro dan Sumbing.

Selain menjual wisata Borobudur, daya tarik vila ini adalah berwisata Arung Jeram di Sungai Progo, wisata Ketep Pass atau wisata swafoto di Alun-Alun Magelang dengan landmark air mancur menari.

Lukman optimistis perubahan Magelang sebagai kota wisata akan mendorong potensi ekonomi baru di wilayah itu, terutama setelah pemerintah menetapkan kawasan Candi Borobudur sebagai 10 "Bali Baru".

Tak hanya itu. Borobudur juga masuk dalam 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas yang akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa pembangunan infrastruktur PUPR pada 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas akan selesai pada 2020.

Lukman menambahkan, seiring terpilihnya Borobudur menjadi 10 "Bali Baru", pemerintah juga menargetkan bisa mendatangkan 2 juta wisman ke Borubudur yang saat ini baru sekitar 500.000 wisman setiap tahunnya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X