Museum "West Bund" yang Baru Dibuka, Dirancang David Chipperfield

Kompas.com - 15/11/2019, 22:33 WIB
David Chipperfield Desain Museum West Bund di Shanghai designboom.comDavid Chipperfield Desain Museum West Bund di Shanghai

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirancang oleh arsitek David Chipperfield, Museum "West Bund" di Shanghai saat ini telah resmi dibuka untuk umum.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, lembaga Museum akan menampilkan serangkaian pameran yang bekerja sama dengan Paris ’Pompidou' pusat, sebagai bagian dari kolaborasi budaya antara China dan Perancis.

Baca juga: Wutopia Rancang Toko Buku di Atas Awan

West Bund berada di Corniche, Shanghai, bagian depan dekat dengan tepi utara Sungai Huangpu sekitar 8,5 kilometer. Galeri seni baru ini membentuk bagian dari distrik budaya yang lebih besar untuk kota terbesar di China.

David Chipperfield Desain Museum West Bund di Shanghaidesignboom.com David Chipperfield Desain Museum West Bund di Shanghai

Desain Museum "West Bund" ini menjawab keterbukaan situs serta pengembangan sekitarnya dari koridor budaya yang baru. Dan studio di Berlin dan Shanghai turut memimpin proyek besar ini.

Bentuk memutar tiga ruang pameran utama justru mematahkan geometri konvensional dan menciptakan ruang publik sebagai pengantar yang kuat.

"Lapangan lebar terbuka ke kawasan pejalan kaki ke arah tepi sungai serta menawarkan ruang terbuka yang dapat digunakan oleh semua orang," ujar David.

Bangunan ini terdiri dari tiga volume galeri utama yang diartikulasikan di sekitar lobi pusat - konfigurasi yang memungkinkan berbagai bagian museum beroperasi dengan sendirinya.

Baca juga: Alexis Dornier Perluas Surga bagi Peselancar di Uluwatu

Masing-masing dari tiga volume utama memiliki panjang dan tinggi sekitar 17 meter dari bagian atas dan bawah.

Tingkat atas dari masing-masing volume berisi galeri dengan pencahayaan tertinggi, sedangkan ruang-ruang di tingkat bawah memiliki fungsi yang bervariasi seperti tempat aula serbaguna, studio seni, dan ruang pendidikan.

Kontras dengan kecerahan halus pada atap kanopi yang dilapisi plester, tiga volume lebih dominan dilapisi dengan kaca daur ulang transparan, yang tampak berwarna-warni di siang hari dan berbentuk prisma di malam hari.

Sementara itu, lapangan lebar untuk publik yang dinaikkan mengelilingi gedung ini menawarkan pemandangan ke sungai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X