Kompas.com - 23/10/2019, 14:34 WIB
Direktur Triyasa Propertindo Andrie Gotama dan COO Triyasa Propertindo Zaenal Abidin melakukan ground breaking proyek Samira Regency di Bekasi, Rabu (23/10/2019) KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERDirektur Triyasa Propertindo Andrie Gotama dan COO Triyasa Propertindo Zaenal Abidin melakukan ground breaking proyek Samira Regency di Bekasi, Rabu (23/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Samira Regency, portofolio kelima yang dikembangkan PT Triyasa Propertindo mulai dibangun.

Pembangunan ditandai dengan prosesi ground breaking di lokasi proyek, Cibitung, Bekasi, pada Rabu (23/10/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Utama Triyasa Propertindo Andrie Gotama menuturkan, Samira Regency merupakan jawaban atas kebutuhan milenial akan perumahan.

"Karakter milenial bermobilitas tinggi, membutuhkan tempat tinggal yang dapat diakses oleh berbagai moda transportasi dengan harga terjangkau. Samira hadir di segmen ini," kata Andrie menjawab Kompas.com.

Baca juga: Triyasa Serah Terima Samira Residence Tahap Pertama

Selain terkoneksi aksesibilitas seperti jalan tol, bus rapid transit, dan commuter line, Samira Regency juga dirancang sebagai rumah pintar atau smart home, dan ramah lingkungan.

Fitur smart home direpresentasikan ke dalam CCTV yang dipasang di setiap unit rumah, pintu gerbang, dan titik-titik tertentu, dapat diakses melalui gawai pribadi dan tersambung dengan kantor estate management.

Sementara aspek ramah lingkungan diwujudkan dalam penanaman biopori dan pemasangan septik tank hijau dengan desain sedemikian rupa, sehingga tidak mengganggu estetika perumahan.

"Dengan segala nilai tambah ini, para milenial bisa mewujudkan mimpi memiliki rumah hanya dengan harga mulai dari Rp 478 jutaan," imbuh Andrie.

Harga yang dipatok ini, kata Andrie, terhitung kompetitif jika dibandingan dengan perumahan di kawasan yang sama yang sudah menyentuh angka Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar.

Meski lebih murah, namun kualitas fisik bangunan, desain, dan layanan purna jual, diklaim Andrie lebih baik dibandingkan dengan kompetitor.

Samira Regency dibangun sebanyak 159 unit di lahan 2.1 hektar dalam tiga tipikal unit.

Masing-masing Amethyst seluas 30/60 seharga Rp 478 juta, Citrine berdimensi 45/72 yang ditawarkan Rp 650 juta, dan Emerald seluas 55/72 seharga Rp 717 juta.

Dari total 159 unit, lebih dari 50 persen merupakan tipe terkecil, hal ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan first time home buyer atau pembeli rumah pertama lebih banyak.

Selain rumah, Triyasa Propertindo juga menawarkan 20 unit ruko yang dibanderol mulai dari Rp 1 miliar.

COO Triyasa Propertindo Zaenal Abidin menambahkan, untuk membangun rumah dan ruko ini dibutuhkan waktu sekitar dua tahun.

"Serah terima kami lakukan secara bertahap pada akhir 2021 mendatang," kata Zainal.

Triyasa menargetkan lebih dari Rp 100 miliar pendapatan penjualan dari Samira Regency.

Adapun empat portofolio lainnya yang telah dibangun Triyasa Propertindo adalah Gedung TMT I, Gedung TMT II, Gran Rubina, dan Samira Residence.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.