Top 5 Operator "Co-working Space" di Indonesia

Kompas.com - 18/10/2019, 11:25 WIB
CoHive juga telah menjadi tempat bagi lebih dari 5.500 komunitas perusahaan Dok. COCOWORKCoHive juga telah menjadi tempat bagi lebih dari 5.500 komunitas perusahaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan properti mengeluarkan daftar lima besar atau Top 5 operater co-working space (ruang kerja bersama) yang mendominasi pasar perkantoran Jakarta.

Menurut Head of Research JLL James Taylor, ekspansi co-working space di Jakarta semakin eksponensial, dan turut mendorong kinerja okupansi perkantoran.

"Penyerapan perkantoran pada kuartal III-2019 mengalami peningkatan dibanding kuartal sebelumnya. Kami mencatat sekitar 174.000 meter persegi ruang perkantoran terserap pada periode ini," tutur James, di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Pasokan Co-working Space di Jakarta Terus Meningkat

JLL mencatat, Co-Hive, WeWork, dan Gowork mendominasi pasar dengan penguasaan ruang sebesar 60 persen dari total pasokan 212.000 meter persegi di kawasan CBD Jakarta. Terutama di Kuningan, Thamrin, Sudirman, dan Gatot Subroto.

CoHiveDok. COCOWORK CoHive
Menariknya, perusahaan lokal masih "merajai" dengan komposisi 64 persen berbanding perusahaan asing 36 persen.

Berikut daftar Top 5:

1. CoHive

CoHive yang merupakan karya pengusaha Indonesia, mengokupasi sekitar 29 persen atau 61.480 meter persegi ruang di CBD Jakarta. 

2. WeWork

Menyusul di posisi kedua adalah WeWork yang berbasis di Amerika Serikat dengan angka 19 persen atau 40.280 meter persegi.

3. Gowork

Gowork yang merupakan hasil merger dari dua co-working space, yaitu Rework dan GoWork. Mereka menguasai 12 persen ruang atau 25.440 meter persegi.

4. Regus

Di peringkat keempat terdapat Regus asal Belgia, yang mengokupasi ruang 8 persen atau 16.960 meter persegi.

5. Koléga

Perusahaan ini berbasis di Jakarta, dengan penguasaan ruang seluas 12.000 meter persegi atau 5,6 persen.

Suasana kerja di co-working space.angelrealestate.co.th Suasana kerja di co-working space.
Lokasi mereka tersebar, tak hanya di gedung-gedung perkantoran dengan penguasaan 89 persen, juga di pusat perbelanjaan seluas 5 persen, rumah dan ruko masing-masing 3 persen.

Hingga Kuartal III-2019, jumlah operator co-working space pun terus tumbuh yakni 6 persen menjadi 53 operator. 

Demikian halnya dengan ruang yang diperuntukkan bagi aktivitas kerja berbagi ini yang tercatat melonjak 24 persen.

"Ke depan, co-working space akan menunjukkan kurva meningkat, seiring perubahan pola bekerja," tambah James.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X