Guna Memenuhi SPM, Jasa Marga Tingkatkan Kualitas Layanan Tol Jagorawi

Kompas.com - 17/10/2019, 22:30 WIB
Regional JabodetabekJabar Division Head Jasa Marga Reza Febriano KOMPAS.COM/DANI PRABOWORegional JabodetabekJabar Division Head Jasa Marga Reza Febriano

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).

Selain menjadi tanggung jawab badan usaha jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pemenuhan SPM juga menjadi salah satu syarat usulan kenaikan tarif dapat disetujui pemerintah.

Jasa Marga Regional JabodetabekJabar Division Head Reza Febriano menyebut, ada delapan aspek yang terdiri atas 42 indikator yang harus dipenuhi sepenuhnya oleh operator. Aspek itu meliputi kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, dan aksesibilitas.

Kemudian, mobilitas dalam hal ini kecepatan penanganan hambatan lalu lintas, keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan, lingkungan, serta tempat istirahat dan tempat istirahat dengan pelayanan.

Baca juga: Mengenal Optimus Prime dan Kuda, Penyelamat Manusia di Jalan Tol

"Setiap enam bulan sekali ada evaluasi dari Ditjen Bina Marga dan BPJT," kata Reza di kantornya, Kamis (17/10/2019).

Untuk diketahui, jalan berbayar sepanjang 54 kilometer ini mengalami kenaikan tarif terakhir pada 2017.

Kenaikan tersebut berbarengan dengan perubahan sistem transaksi dari transaksi tertutup menjadi transaksi terbuka.

Sesuai Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, kenaikan tarif tol dapat dilakukan setiap dua tahun sekali.

Pekerjaan perbaikan jalan di ruas Tol JagorawiKOMPAS.COM/DANI PRABOWO Pekerjaan perbaikan jalan di ruas Tol Jagorawi
Adapun berbagai upaya pemenuhan SPM yang telah dilakukan meliputi pembongkaran terhadap GT Cibubur Utama dan GT Cimanggis Utama, sehingga dapat meningkatkan kelancaran pengguna jalan dan tidak ada lagi antrean di jalur utama.

Baca juga: Jasa Marga Gandeng Brimob Jaga Gerbang Tol di Sekitar DPR

Peningkatan layanan transaksi dilakukan dengan penambahan kapasitas GT di Sentul 1 dari 3 menjadi 4 gardu, dan GT Citeureup 1 dari 3 gardu menjadi 4 gardu.

Kemudian GT Sentul Selatan 2 dari 5 gardu menjadi 7 gardu khusus Golongan 1 dan perbantuan 6 mobile reader untuk memperlancar transaksi.

Adapun pada bidang layanan lalu lintas, dilakukan upaya-upaya perbaikan dan peningkatan berkelanjutan di Ruas Jagorawi ini, antara lain, pemasangan dan pembersihan concrete barrier.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X