JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menyatakan sangat tertarik untuk ikut terlibat dalam pembiayaan pemindahan ibu kota.
Namun demikian, Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan, sejauh ini masih menunggu kepastian pemerintah soal proyek infrastruktur apa saja yang akan dibangun.
"Ini kan masih tahap perencanaan, oleh karenanya masih di Bappenas. Kami saat ini memang baru terlibat sebagai observer," kata Edwin menjawab Kompas.com, pekan lalu.
Edwin menjelaskan, setelah ada kepastian desain ibu kota baru, akan terjabarkan proyek-proyek infrastruktur yang digarap pemerintah.
Baca juga: Strategi SMI Penuhi Target Pertumbuhan 20 Persen Tahun 2020
Termasuk di dalamnya kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk menggarap setiap proyek tersebut.
Sejauh ini, anggaran yang disebutkan pemerintah baru sebatas perhitungan secara keseluruhan, belum masuk proyek per proyek.
"Kami akan terlibat untuk memikirkan skema pembiayaan, apalagi ketika skema pembiayaan tersebut melibatkan creative finance," ujarnya.
Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuka desain sayembara ibu kota baru.
Sayembara ini ditargetkan selesai pada Desember 2019 sehingga proses pembangunannya dapat mulai dieksekusi pada tahun depan.
"Jadi kami masih menunggu, kami observer," tuntasnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.