Soal Pendanaan Ibu Kota Baru, SMI Masih Observasi

Kompas.com - 14/10/2019, 14:35 WIB
Foto aerial kawasan ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayFoto aerial kawasan ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menyatakan sangat tertarik untuk ikut terlibat dalam pembiayaan pemindahan ibu kota.

Namun demikian, Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan, sejauh ini masih menunggu kepastian pemerintah soal proyek infrastruktur apa saja yang akan dibangun.

"Ini kan masih tahap perencanaan, oleh karenanya masih di Bappenas. Kami saat ini memang baru terlibat sebagai observer," kata Edwin menjawab Kompas.com, pekan lalu.

Edwin menjelaskan, setelah ada kepastian desain ibu kota baru, akan terjabarkan proyek-proyek infrastruktur yang digarap pemerintah. 

Baca juga: Strategi SMI Penuhi Target Pertumbuhan 20 Persen Tahun 2020

Termasuk di dalamnya kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk menggarap setiap proyek tersebut.

Sejauh ini, anggaran yang disebutkan pemerintah baru sebatas perhitungan secara keseluruhan, belum masuk proyek per proyek.

"Kami akan terlibat untuk memikirkan skema pembiayaan, apalagi ketika skema pembiayaan tersebut melibatkan creative finance," ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuka desain sayembara ibu kota baru.

Sayembara ini ditargetkan selesai pada Desember 2019 sehingga proses pembangunannya dapat mulai dieksekusi pada tahun depan. 

"Jadi kami masih menunggu, kami observer," tuntasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X