Cardig Optimistis Menangi Tender Pengelolaan Bandara Komodo

Kompas.com - 11/10/2019, 14:59 WIB
Wisatawan tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/10/2016), menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang berangkat langsung dari Jakarta. Penerbangan langsung sekitar dua jam itu dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRIWisatawan tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/10/2016), menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang berangkat langsung dari Jakarta. Penerbangan langsung sekitar dua jam itu dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) menyatakan optimismenya memenangi tender perluasan pembangunan dan pengelolaan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami yakin dapat memenangi tender pembangunan dan pengelolaan Bandara Komodo, setelah lolos lelang tahap I. Ini memasuki tahap II," kata Wakil Direktur Utama PT Cardig Aero Service Tbk Radianto Kusumo menjawab Kompas.com, Jumat (11/10/2019).

Optimisme CASS, imbuh Radianto, berdasarkan pada persiapan tim yang terdiri dari orang-orang terbaik, mitra terbaik dalam hal ini Changi Airport International Pte Ltd, Singapura, serta penawaran terbaik.

CASS membentuk konsorsium bersama Changi Airport International Pte Ltd dan mengajukan diri sebagai peserta tender untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Komodo melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Baca juga: Beroperasi Mei 2020, Proyek Bandara JB Soedirman Dikebut 24 Jam

Dalam konsorsium ini, CASS menggenggam porsi mayoritas yakni 80 persen, sementara Changi Airport International Pte Ltd.

"Tahap II ini akan membahas masalah finansial. Nah itu, kami sedang lakukan negosiasi finansial," sebut Radianto.

Hal ini dibenarkan Kabag Kerjasama Internasional Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agustina Dani.

Menurut Agustina, hingga saat ini belum ada pengumuman pemenang tender. Konsorsium CASS dan Changi Airport International Pte Ltd. yang lolos tender Tahap I harus mengikuti proses tender selanjutnya pada Tahap II.

"Pengumuman pemenang tender, rencananya akan dilakukan pada akhir tahun 2019," ucap Agustina.

Adapun kebutuhan dana pembangunan dan pengelolaan Bandara Komodo yang akan berstatus Ultimate masih belum diputuskan, karena menyangkut urusan teknis hingga pembangunan terwujud.

10 Bali Baru

Dipilihnya Bandara Komodo sebagai realisasi dari investasi perseroan, menurut Radianto sudah direncanakan sejak Pemerintah menetapkan 10 Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN) atau disebut juga Bali Baru pada 2016 lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X