Cardig Optimistis Menangi Tender Pengelolaan Bandara Komodo

Kompas.com - 11/10/2019, 14:59 WIB
Wisatawan tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/10/2016), menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang berangkat langsung dari Jakarta. Penerbangan langsung sekitar dua jam itu dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRIWisatawan tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/10/2016), menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang berangkat langsung dari Jakarta. Penerbangan langsung sekitar dua jam itu dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

10 Bali Baru

Dipilihnya Bandara Komodo sebagai realisasi dari investasi perseroan, menurut Radianto sudah direncanakan sejak Pemerintah menetapkan 10 Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN) atau disebut juga Bali Baru pada 2016 lalu.

CASS kemudian melakukan kajian secara bisnis, finansial, dan prospek investasi. Studi kelayakan (feasibility study) atas Labuan Bajo ini pun kemudian menjadi fokus perseroan.

"Kami selanjutnya hanya fokus di Labuan Bajo," cetus Radianto.

Baca juga: 10 Oktober, Groundbreaking Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Selain itu, kata dia, industri pariwisata juga merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Nasional.

Bahkan, pemerintah menargetkan pendapatan devisa pariwisata tahun 2019 sebesar 20 miliar dollar AS atau naik sekitar 17,6 persen dari tahun 2018 senilai 17 miliar dollar AS.

Untuk diketahui, selain Labuan Bajo, sembilan Bali Baru lainnya adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Candi Borobudur, Mandalika, Gunung Bromo Tengger, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Morotai.

Kinerja perseroan

Dalam keterangan tertulis, Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp 1,041,6 triliun sepanjang Semester I-2019.

Angka ini meningkat 6,2 persen  bila dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2018 senilai Rp 980,5 miliar.

CAS Destination merupakan kontributor terbesar atau 81 persen terhadap total pendapatan Perseroan yang mencapai Rp 839,3 miliar. Jumlah ini tumbuh 9,9 persen lebih tinggi ketimbang tahun lalu.

Sementara kontribusi CAS Food terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 138,5 miliar atau menurun 15,3 persen.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X