Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Komite Keselamatan Konstruksi (K2) dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Rabu (9/10/2019) siang, telah melakukan investigasi di lapangan dan menginstruksikan untuk menghentikan kegiatan pengecoran box traffic, dan mensterilisasi area pekerjaan Tol Depok-Antasari (Desari).
Pekerjaan dapat dilanjutkan setelah revisi desain shoring atau perancah untuk Ramp 8 dan desain perkuatan shoring untuk Ramp 5 diserahkan, diperiksa, dan disetujui oleh Komite K2.
Bersamaan dengan itu, menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) juga telah meninjau lokasi Tol Desari yang mengalami penurunan base form sisi Barat.
BPJT meminta PT Citra Waspphutowa (CW) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.
Base form sisi Barat proyek Tol Depok-Antasari mengalami penurunan pada Selasa (8/10/2019). Kementerian PUPR telah meninjau lokasi dan merekomendasikan BUJT mengentikan sementara pengerjaan box traffic.Dalam keterangan tertulis, Rabu (9/10/2019), BPJT berjanji akan lebih mengaktifkan konsultan Pengendali Mutu Independen (PMI) untuk memastikan kepatuhan BUJT dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.
Baca juga: Kasus Underpass Ambles, Kemen-PUPR Minta Maaf kepada WN Australia
Sebelumnya diberitakan telah terjadi penurunan base form sisi barat pada saat pengecoran Top Slab Box Trafic Ramp 8 Krukut Junction di Tol Depok-Antasari (Desari), Selasa (8/10/2019) pukul 01.42 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Peristiwa ini terjadi saat dilakukan pekerjaan pengecoran dengan total volume sebesar 792 meter kubik dari sisi timur dan sisi barat. Pada saat pengecoran tersisa sekitar 180 meter kubik, terjadi penurunan base form pada sisi Barat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.