Deddy Herlambang
Pengamat Transportasi

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (INSTRAN)

Stasiun Gambir atau Manggarai? Benahi Dulu Infrastruktur Pendukungnya

Kompas.com - 09/10/2019, 10:53 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kembali kepada Stasiun Manggarai, bila tahun 2021 akan menjadi Station Central (inter-city connection), di sana akan terjadi transit antara kereta antar kota, KA Bandara dan Kereta Commuter Line.

Konsep pola desainmya mungkin mengambil dari Stasiun Waterloo, London. Bedanya di Manggarai tidak  terdapat parkir basement di bawah stasiun

Ada 726 perjalanan kereta api setiap hari di Manggarai, apabila dengan KA Bandara akan bertambah 40 perjalanan KA tiap hari. Total ada 766 perjalanan KA, sangat sibuk secara grafis, namun terlalu kecil untuk akses dan moda pengumpannya.

Saya tidak terlalu yakin dalam waktu dua tahun bisa membangun infrastruktur jalan sesuai load factor Manggarai. Di sinilah pembangunan perkeretaapian oleh Pemerintah pusat (DJKA) yang tidak diimbangi dengan pembangunan jalan oleh Kementerian PUPR atau Dinas PU DKI Jakarta.

Infrastruktur kereta api sudah dibangun kapasitas baru namun tidak pararel  dengan pembangunan infrastruktur jalan. Akhirnya, kelak masyarakat pengguna yang akan kesulitan mengakses stasiun Manggarai.

Saat ini di Manggarai ada 100.000 penumpang per hari untuk transit. Kalau ditambah dengan penumpang KA antar kota, jumlah penumpang transit akan lebih besar lagi.

Memang integrasi fisik dengan angkutan massal bus Metrotrans (TransJakarta) telah ada, yang saat ini pun sangat minim okupansinya. Bus metrotrans ini lebih tepat untuk pengguna kereta komuter yang minim bawaan.

Sebaliknya pengguna kereta api bandara atau kereta api antar kota niscaya membawa barang bawaan banyak akan enggan menggunakan bus Metrotrans TJ tersebut.

Pengguna kereta api bandara atau kereta api antar kota pasti akan memilih diantar-jemput mobil pribadi atau taksi.

Selain itu, hingga kini pun belum ada ruang parkir (park and ride) dan ruang antar drop off (kiss and ride).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.