Sebelum Beli Rumah di Atas Mall, Cek Dulu Status Hukumnya...

Kompas.com - 07/10/2019, 16:03 WIB
Komplek perumahan di atas mal dan apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaKomplek perumahan di atas mal dan apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019)

Jika rumah di atas mal atau apartemen tersebut adalah HMSRS, maka statusnya secara hukum sama dengan unit apartemen sesuai UU Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.

Regulasi tersebut menyebutkan, HMSRS merupakan unit yang dimiliki secara utuh 100 persen, terpisah dari bagian bersama, namun meliputi bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama sesuai dengan Nilai Perbandingan Proporsional (NPP).

"Setelah mengetahui aspek legalitas, calon pembeli bisa langsung menuju tahap berikutnya, yakni persiapan pembelian," kata Eddy kepada Kompas.com, Senin (7/10/2019).

Sama seperti rumah dan apartemen pada umumnya, hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh pembeli juga tak jauh beda.

Namun begitu, calon pembeli tetap harus kritis dan perlu menanyakan status hukum properti tersebut, apakah dianggap sebagai HMSRS atau bukan.

Pertanyaan berikutnya yang harus ditanyakan calon pembeli adalah bagaimana dengan pertelaannya, apakah properti tersebut jelas ditela sebagai bagian yang dapat dimiliki secara terpisah atau tidak, dan bagaimana dengan izin mendirikan bangunannya (IMB).

IMB ini, kata Eddy, menegaskan bahwa unit-unit rumah tersebut memang diizinkan untuk dibangun di atas mal atau apartemen.

Foto aerial suasana perumahan yang berada di atas mal Thamrin City, Jakarta, Rabu (26/6/2019). Keberadaan perumahan bernama Cosmo Park di atas pusat perbelanjaan Thamrin City ini menjadi bahan perbincangan warganet sejak Selasa kemarin setelah fotonya tersebar di media sosial, terdiri dari lima blok yaitu A1-A19, B1-B12, C1-C19, D1-D16, E1-E15, dan F1-F9.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Foto aerial suasana perumahan yang berada di atas mal Thamrin City, Jakarta, Rabu (26/6/2019). Keberadaan perumahan bernama Cosmo Park di atas pusat perbelanjaan Thamrin City ini menjadi bahan perbincangan warganet sejak Selasa kemarin setelah fotonya tersebar di media sosial, terdiri dari lima blok yaitu A1-A19, B1-B12, C1-C19, D1-D16, E1-E15, dan F1-F9.
Setelah itu, yang perlu diperhatikan tentunya perjanjian pengikatan jual belinya (PPJB) untuk mengetahui gambar unit rumah tersebut, lokasi, luas, dan lain-lain.

Mengetahui semua hal tersebut di atas sangat penting bagi calon pembeli sebagai langkah antisipatif jika terjadi sesuatu.

Misalnya, pemilik unit sedang membutuhkan uang. Dia bisa mengagunkan sertifikat HMSRS-nya kepada bank.

"Bagi bank, sepanjang unit rumah tersebut dianggap HMSRS, kekuatan hukumnya sama saja dengan unit apartemen lain pada umumnya," imbuh Eddy.

Jika unit rumah tersebut dianggap HMSRS, maka akan terbit sertipikat HMSRS. Bank bisa memasang hak tanggungan di atas HMSRS tersebut sebagai agunan pelunasan kredit pemilikan apartemen atau rumah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X