Pengembang Rumah Subsidi di Permata Mutiara Maja Gencarkan Promosi

Kompas.com - 07/10/2019, 14:02 WIB
BNIP kembali mengembangkan rumah tipe Lotus dengan Luas Bangunan (LB) 27 meter persegi dan Luas Tanah (LT) 60 meter persegi di kawasan  Permata Mutiara Maja. Dok BNIP BNIP kembali mengembangkan rumah tipe Lotus dengan Luas Bangunan (LB) 27 meter persegi dan Luas Tanah (LT) 60 meter persegi di kawasan Permata Mutiara Maja.
Editor M Latief

MAJA, KOMPAS.com - Upaya pemerintah yang telah menaikkan batasan harga jual rumah bersubsidi pada Juni 2019 lalu membuat pengembang memiliki ruang gerak yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi. Salah satunya diperlihatkan oleh PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP), pengembang rumah bersubsidi di Permata Mutiara Maja.

Setelah sukses melakukan peluncuran perdana (grand launching) Rumah Sederhana Sehat (RSH) tipe Lotus di cluster Orion pada 20 Juli 2019 lalu, BNIP kembali mengembangkan rumah tipe Lotus dengan Luas Bangunan (LB) 27 meter persegi dan Luas Tanah (LT) 60 meter persegi.

Cornelius Widjaja, Direktur PT BNIP, mengatakan sebagai daya tariknya, setiap pembelian unit KPR komersial dengan harga mulai Rp170 juta hingga Rp305 jutaan berhak mendapatkan hadiah sepeda motor.

"Selain itu, setiap pembelian unit rumah KPR bersubsidi dengan program BP2BT atau Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan seharga hanya Rp140 juta pasti mendapatkan bantuan subsidi plafon kredit sampai Rp40 juta, kewajiban DP hanya 1 persen, serta sertifikat rumah hak milik. Tapi, syarat dan ketentuannya hanya berlaku untuk promo ini saja," ujar Cornelius, Senin (7/10/2019).

Dia menjelaskan, promosi tersebut memang dilakukan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 BNIP pada 10 Oktober 2019 pekan ini. Seiring dengan terjualnya seluruh unit rumah di klaster Orion, BNIP berencana membuka klaster terbaru, yakni Topaz, seluas 6,8 hektar. Total unit rumah di dalamnya mencapai 642 unit.

"Karena antusiasme pembelinya tinggi, jadi kami bangun lagi. Bedanya, kalau dulu BNIP menjual tipe Lotus dibanderol dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP), kali ini kami dorong konsumen untuk membeli dengan program BP2BT," jelas Cornelius.

Untuk membeli rumah tipe Lotus seharga hanya Rp140 juta, lanjut Cornelius, BNIP melakukan kerjasama dengan 5 bank yang bisa dipilih masyarakat. Konsumen atau masyarakat bisa menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), antara lain Bank BTN, BNI, BRI Syariah, Mandiri, dan Bank Artha Graha.

"Saya sih yakin masyarakat sudah mendengar informasi bahwa kuota FLPP itu terbatas, baik tahun ini atau tahun depan. Untuk itu, kami anjurkan membeli rumah subsidi dengan program baru, yaitu BP2BT," kata Cornelius.

Namun, menurut dia, masyarakat yang melebihi syarat maksimum untuk memperoleh bantuan subsidi dari pemerintah, masih bisa memanfaatkan momen promosi ulang tahun BNIP dengan fasilitas pembiayaan KPR komersial.

Direktur PT BNIP, Daniel Chandra, menambahkan bahwa keunggulan di kelas rumah sederhana yang dikembangkannya di kawasan Maja ini terdiri dari rangka atap baja ringan, plafon GRC, genteng beton, kusen dan jendela alumunium, dan lain-lainnya. Jalan lingkungan dengan ROW 6 pun menggunakan paving block, termasuk sistem klaster dengan keamanan 24 jam.

"Juga kami siapkan pengelolaan lewat estate management system. Kami juga siapkan ruang terbuka hijau yang luasnya 14 persen dari total luas lahan yang akan dijadikan area penghijauan berupa taman dan lain sebagainya di sini," kata Daniel.

Adapun Permata Mutiara Maja sendiri berada di dalam kawasan Maja yang sedang berkembang, khususnya karena Maja merupakan salah satu bagian dari program pemerintah yaitu MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).

Kawasan Maja akan menjadi sebuah Kota Baru Publik seluas 10.703 hektar sebagaimana telah ditetapkan melalui Perpres No 2 Tahun 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pengembangan Kota Baru Publik Maja dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) menempatkan Stasiun Maja sebagai pusat transportasi utama. Kawasan Kota Baru Publik Maja adalah bagian dari 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak dengan total jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa.

"Perumahan ini kan dikembangkan sejak akhir 2015. Dari total luas lahan 200 hektar, saat ini sudah terbangun 50 hektar dengan rumah yang sudah terjual sebanyak 2.500 unit dan terbangun sebanyak 1.500 unit dan 35 persen sudah dihuni," tambah Daniel.

Dia memproyeksikan pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan. Rencananya, rumah bersubsidi di Permata Mutiara Maja akan dibangun sebanyak 5.000 unit.

"Sebagian besar konsumen kami pengguna KRL dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari daerah penyangga Jakarta antara lain seperti Tangerang, Serpong, serta Bintaro. Kebanyakan mereka bekerja sebagai karyawan yang kantornya berada dalam radius 5 km dari setiap stasiun KRL," tutup Daniel.

Tahun ini Permata Mutiara Maja menargetkan dapat meraih penjualan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersil. Cornelius mengatakan, sampai semester pertama target penjualan 2019 sudah mencapai 50 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X