Kapitalisasi Pasar Sektor Infrastruktur Rp 865 Triliun

Kompas.com - 27/09/2019, 19:06 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Kompas100 CEO Update di Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/9/2019). KONTAN/CIPTA WAHYANAMenteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Kompas100 CEO Update di Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan pembiayaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi  di pasar modal dinilai menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal ini tecermin dari aktivitas perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari 653 perusahaan yang tercatat di BEI, 74 perusahaan di antaranya masuk dalam kategori infrastruktur, utilitas, dan transportasi dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization senilai Rp 865 triliun.

Ini artinya, kontribusi perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi market sebesar 12 persen dari total kapitalisasi pasar BEI.

Dari pencapaian tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menganggap, pemanfaatan pasar modal di sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi masih memiliki banyak peluang.

Baca juga: Pemerintah Gelar Karpet Merah untuk Asing Bangun Jalan Tol

"Tentu saja jumlah ini sangat signifikan, dan kami harap ke depan dapat tumbuh lebih tinggi," kata Nyoman saat membuka Seminar Komaps 100 CEO Update bertajuk Masa Depan Jalan Tol Indonesia, di BEI, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Dia menambahkan, BEI akan mendukung penuh, sehingga ke depan, sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi akan dapat dibiayai oleh bursa.

Untuk meningkatkan partisipasi pasar modal dalam hal pembiayaan infrastruktur, lanjut Nyoman, pihaknya telah melakukan berbagai langkah.

Salah satunya adalah menyetujui pencatatan Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Toll Road Mandiri 001 pada 12 April 2019.

KIK DINFRA ini disambut antusias pasar dengan dana yang berhasil dihimpun sebanyak Rp 1,1 triliun.

Angka ini menggenapi aktivitas pembiayaan untuk sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi sebesar Rp 22,5 triliun atau 17 persen dari total penggalangan dana melalui saham dan surat utang BEI per 26 September 2019.

Baca juga: 9 Fakta Jalan Tol Layang Terpanjang di Indonesia

" Jalan tol ini merupakan isu yang sangat esensial. Pasar modal memberikan dukungan terkait pengembangan industri jalan tol. Kami akan terus meningkatkan peran BEI dalam pembangunan nasional terutama industri jalan tol," tutur Nyoman.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X