Mereka yang Mendapat Untung dari Pemindahan Ibu Kota

Kompas.com - 24/09/2019, 15:48 WIB
Foto aerial kawasan ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayFoto aerial kawasan ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

Demikian halnya dengan jasa bisnis pendukung seperti arsitektur, teknik, dan firma konsultansi akan juga mendapatkan manfaat dari meningkatnya permintaan.

Pembangunan lahan pemerintah kemungkinan besar akan dilakukan oleh berbagai pihak baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta dalam beberapa pilihan skema kerja sama seperti bangun, guna serah atau Build, Operate, Transfer (BOT), sewa dan/atau tukar guling.

Baca juga: Begini Mekanisme Tukar Guling Aset Negara...

Para penanam modal (investor) di Indonesia dan global juga akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pasar investasi baru.

Khususnya, para investor yang mencari aset utama dengan pendapatan recurring yang stabil akan sangat tertarik dengan gedung  perkantoran yang akan dihuni oleh berbagai instansi pemerintahan.

Aset properti dalam sektor lain seperti pusat perbelanjaan dan perhotelan juga, termasuk yang sangat diminati karena potensi pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, rencana relokasi ibu kota ke Kalimantan Timur akan membuka peluang perdagangan bilateral antara Indonesia dengan Malaysia.

"Misalnya jika dibangun jalan yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan negara bagian Sabah dan Sarawak, hal ini tentunya dapat meningkatkan perdagangan antara ibu kota Indonesia yang baru dengan negara-negara bagian Malaysia yang ada di Pulau Kalimantan," terang Nurdin.

Hanya, kendati berbagai peluang besar tersebut digaungkan sejumlah pihak, namun para pelaku bisnis dan industri properti melihatnya lebih realistis.

Hal yang mendapat sorotan tajam dari para pelaku bisnis dan industri properti. Presiden Direktur PT Metropolitan land Tbk (Metland) Thomas J Angfendy mengatakan, yang memainkan peran agresif saat ini adalah spekulan tanah.

"Mereka berlomba-lomba menawarkan tanah dengan harga yang sangat tinggi demi memmperoleh keuntungan secara cepat," kata Thomas.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X