Metland Raup Marketing Sales Rp 1,26 Triliun

Kompas.com - 18/09/2019, 17:27 WIB
PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menggelar public expose di Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/9/2019). KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERPT Metropolitan Land Tbk (Metland) menggelar public expose di Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/9/2019).

"Laba perseroan menurun karena tahun lalu kami menjual lot komersial sehingga margin yang didapat lebih besar," kata Olivia.

Adapun belanja modal atau capital expenditur (capex) yang sudah disalurkan hingga Agustus 2019 senilai Rp 259 miliar dari total Rp 700 miliar yang dicanangkan.

Belanja modal tersebut dialokasikan untuk membeli lahan, termasuk di Kertajati, Majalengka, pembangunan infrastruktur perumahan, dan unit-unit properti lainnya.

Aerotropolis 

Menyusul peletakan batu pertama Hotel Horisan Ultima Kertajati, pada 11 September 2019, Metland saat ini tengah menyusun rencana induk perumahan skala kota berkonsep aero city atau aerotropolis.

Konsep perkotaan ini, menurut Wakil Direktur Metland Anhar Sudrajat tengah berkembang di kota-kota lainnya di dunia.

"Ini mengintegrasikan perumahan, fasilitas transportasi, bandara, dan sektor-sektor pendukungnya seperti pergudangan dan logistik serta properti komersial lainnya dalam satu kawasan," papar Anhar.

Sebagai pemicunya, Metland membangun Hotel Horison Ultima 110 kamar di atas lahan 10.890 meter persegi dengan nilai investasi Rp 100 miliar.

Anhar menjelaskan, jika pasar bergerak dan terus menunjukkan tren positif, pengembangan tahap kedua hotel ini akan dilanjutkan menjadi 200 kamar.

Hingga kemudian berkembang ke tahap-tahap selanjutnya jika rencana tata ruang wilayah (RTRW) kawasan Kertajati yang saat ini tengah dikaji Pemerintah Provinsi Jawa Barat rampung.

"Kami menunggu kajian RTRW Kertajati selesai, dan juga keputusan apakah ibu kota Jawa Barat jadi direlokasi ke Kertajati. Aerotropolis ini juga sebagai respons terhadap wacana pengembangan kawasan segitiga Cirebon-Subang-Majalengka (Rebana)," terang Anhar.

Untuk mengantisipasinya, Metland telah menyiapkan lahan seluas 200 hektar demi memenuhi kebutuhan perumahan berkonsep Aerotropolis.

Luas lahan ini, menurut Olivia, merupakan kebutuhan maksimal dari pengembangan perumahan. 

Adapun cadangan lahan yang perizinannya sudah dikantongi Metland seluas 800 hektar yang tersebar di Gorontalo, Cibitung, Cileungsi, Kertajati, dan kawasan lainnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X