Area Komersial Marchand Hype di Bintaro Punya Zona Khusus Organik

Kompas.com - 15/09/2019, 19:41 WIB
Chief Operation Officer (COO) Marchand Hype Station Andreas Audyanto, Ketua Komunitas Organik Indonesia (KOI) Christopher Emilie dan Chief Marketing Officer (CMO) Marchand Hype Station, Setia Iskandar Rusli, di Marchand Hype Station, Minggu (15/8/2019).

Dok Marchand Hype StationChief Operation Officer (COO) Marchand Hype Station Andreas Audyanto, Ketua Komunitas Organik Indonesia (KOI) Christopher Emilie dan Chief Marketing Officer (CMO) Marchand Hype Station, Setia Iskandar Rusli, di Marchand Hype Station, Minggu (15/8/2019).
Editor Latief

BINTARO, KOMPAS.com - Kawasan komersial Marchand Hype Station menggandeng Komunitas Organik Indonesia (KOI) dan membentuk zona Organik Marketplace. Kawasan komersial CBD Emerald Bintaro itu dikembangkan di lahan seluas 5000 m2.

Chief Operation Officer (COO) Marchand Hype Station, Andreas Audyanto, mengatakan pihaknya melihat adanya kebutuhan gaya hidup sehat organik yang terus meningkat. Untuk itu Marchand Hype berkolaborasi dengan pedagang para produk organik yang memerlukan tempat permanen. 

Andreas zona organik tersebut akan menjadi kawasan komersial pertama di Bintaro yang menghadirkan banyak pengusaha produk organik seperti makanan, kosmetik, vitamin, produk kesehatan, makanan kering dan lainnya dalam satu ruangan.

"Supaya mereka juga tak perlu harus pindah-pindah tempat berdagang seperti saat car free day. Kerjasama ini kami harapkan bisa menjadikan Marchand Hype Station menjadi pusat komunitas organik se-Jabodetabek, bahkan nusantara," lanjut Andreas.

Marchand Hype Station dikembangkan oleh Harita Land melalui anak perusahaannya, PT Cipta Harmoni Lestari. Mengedepankan selera kalangan milenial, area komersial ini terdiri dari 8 unit ruko dan 244 unit toko kedai dan 14 unit working space.

Andreas menuturkan, ke depan akan ada banyak acara terkait dengan organik, seperti Tetumbasan, Workshop organic, Organic Day, dan agenda bermanfaat lainnya.

Pada kesempatan tempat yang sama, Chief Marketing Officer (CMO) Marchand Hype Station, Setia Iskandar Rusli menambahkan, untuk kebutuhan kegiatan seperti itu Marchand Hype Station didesain seperti festive market.

Tampak muka setiap toko mengutamakan kebebasan berekspresi dari para pemiliknya. Di beberapa tempat juga menghadirkan mural dan street art.

"Kami tidak rancang seperti gedung komersial yang interiornya monoton. Di sini koridornya unik dengan lampu koridor yang berbeda. Kami ingin jadikan toko-toko itu sebagai atraksi utama untuk pengunjung," ucap Setia.

Setia optimistis kawasan komersial yang terletak di Bintaro Jaya ini bisa mendapat perhatian publik, terutama lantaran Bintaro Jaya sudah termasuk kota mandiri yang makin lengkap infrastrukturnya. Hal ini terlihat dengan dibangunnya ruas tol yang menghubungkan Bintaro – Alam Sutera dan menjadikan Bintaro terhubung dari Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, seperti halnya Serpong. 

Dia menambahkan, saat ini Marchand Hype sudah terjual di atas 70 persen dan masih dalam tahap pembangunan. Serah terima unit proyek ini ditargetkan pada Juni 2020 mendatang.

Unit yang ditawarkan di sini mulai Rp 290 juta sampai Rp 700 jutaan per unit, tergantung besarnya. Dia mencatat, 8 unit ruko langsung habis terjual pada saat diluncurkan pada 27 April 2019 lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X