Basuki Minta Kontraktor Tingkatkan Penggunaan BIM

Kompas.com - 15/09/2019, 15:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelaku industri konstruksi diharapkan terus meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi untuk efisiensi biaya dan efektivitas waktu kerja. Salah satunya yaitu building information modelling atau BIM.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, penggunaan BIM saat ini sudah mulai diterapkan kementerian untuk menggarap proyek-proyek infrastruktur.

"Penggunaan BIM sudah dimulai oleh Puslitbang Permukiman dalam perencanaan bangunan. Juga saat mengerjakan Stadion Manahan Solo. Ke depan kami kembangkan dalam membangun bendungan," kata Basuki saat membuka  Konferensi Internasional Asosiasi Kontraktor Indonesia ke-48 di Bali, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/9/2019).

Selain meningkatkan efisiensi dan akurasi, menurut dia, teknologi ini juga dapat membuat proses desain dan konstruksi menjadi lebih ramping dan transparan.

Baca juga: Proyek Infrastruktur Dikuasai BUMN, Kontraktor Swasta Gulung Tikar

Selain itu proses penghitungan menjadi lebih akurat serta menghindari kesalahan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. 

Hal itu tidak terlepas dari kemampuan BIM yang dapat menyimulasikan seluruh informasi proyek bangunan atau konstruksi ke dalam bentuk model 3D sampai 7D, yaitu dengan menerapkan building data, project schedule, cost planning, energy analysis dan operation serta maintenance.

Perkembangan teknologi digital juga dimanfaatkan para kontraktor untuk mengaplikasikan metode lean construction pada proyeknya.

Metode ini difokuskan untuk menghilangkan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah atau dianggap sebagai pemborosan maupun kerugian. 

Tujuan lain dari penerapan lean construction adalah untuk memberi efek positif pada ketepatan waktu penyelesaian, kualitas dan biaya operasional yang dikeluarkan.

Lean construction mengadopsi budaya kerja Toyota dan metode Toyota dalam proses produksi yang meminimalisasi pemborosan namun produk yang dihasilkan tetap memenuhi kualitas yang diinginkan. 

Sementara Ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Budi Harto optimis pasar konstruksi Indonesia bisa tumbuh di tengah perlambatan ekonomi global.

Salah satunya lantaran adanya dorongan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur yang membutuhkan biaya sekitar Rp 466 triliun.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, pemerintah mengandalkan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan investasi, selain dari APBN.

"Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang baru bagi semua kontraktor untuk ambil bagian dalam pembangunan ibu kota negara tersebut, yang memerlukan penambahan infrastruktur secara masif," kata Budi. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X