Kementerian PUPR Ajukan Tambahan Rumah Subsidi 140 Ribu Unit

Kompas.com - 29/08/2019, 12:23 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengajukan tambahan kuota rumah subsidi 2019 ke Kementerian Keuangan. Totalnya, tambahan tersebut mencapai 140 ribu unit.

"Pak Menteri sudah menyurati Menkeu untuk meminta tambahan kuota, tetapi kita tunggu saja hasilnya," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Jumat (29/8/2019).

Tahun ini, alokasi kuota rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) mencapai 68.000 unit. Adapun serapannya hingga Agustus 2019 telah mencapai 80 persen.

Dengan usulan alokasi tambahan tersebut, nantinya kuota rumah subsidi FLPP mencapai 208 ribu unit. Namun dengan catatan, usulan itu perlu diajukan melalui mekanisme Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2019 yang harus disetujui parlemen.

"Karena melalui APBN-P, mesti dibahas dengan DPR, kita tunggu saja," ujarnya.

Sebelumnya, para pengembang mengeluhkan alokasi FLPP yang kian menipis. Sekalipun pada pertengahan tahun ini pemerintah telah merealokasi kuota yang disalurkan sejumlah perbankan yang kurang menunjukkan performanya ke Bank BTN, namun jumlah itu diperkirakan habis Agustus 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X