6 Trik Menyiasati Gudang Penuh dan Kumuh

Kompas.com - 24/08/2019, 07:00 WIB
Gunakan kontainer ShutterstockGunakan kontainer

Kalau dirasa sudah rusak, lebih baik dibuang atau didonasikan. Dengan menguranginya, pengaturan sistem penyimpanan bisa lebih mudah.

2. Gunakan Kontainer

Khususnya di Indonesia, kardus masih jadi salah satu pilihan utama untuk menyimpan barang-barang di gudang. Namun, sebaiknya sisihkan anggaran untuk membeli kontainer.

Salah satu masalah kardus adalah bahannya yang tidak tahan lama. Bila ada kebocoran di gudang atau musibah banjir, kardus akan basah dan hancur.

Kardus pun membuat barang-barang di dalamnya lebih cepat berdebu, terlebih saat tidak ditutup dengan selotip.

Peristiwa seperti ini akan merepotkan terutama saat barang-barang di dalamnya masih dipakai dalam jangka waktu tertentu.

Oleh karena itu, gantilah dengan kontainer plastik berdaya tahan lama dan praktis. Selain barang lebih terlindungi dan akses menuju barang masih mudah, kontainer juga bisa dilabeli dan menambah nilai estetika gudang juga.

3. Memberikan Label pada Barang di Gudang

Memberikan label pada barang di gudangShutterstock Memberikan label pada barang di gudang
Seperti yang disebutkan sebelumnya, memberikan label pada kontainer akan sangat memudahkan proses pencarian barang dan membentuk sistem penyimpanan yang terorganisasi.

Tidak usah terlalu repot, cukup gunakan kertas HVS yang dicetak dari komputer atau yang paling sederhana tulis menggunakan spidol.

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X