Karena Pemilu, Perolehan Kontrak Baru Adhi Karya Stagnan

Kompas.com - 21/08/2019, 15:30 WIB
Maket salah satu proyek transit oriented development (TOD) yang dikembangkan Adhi Karya. KOMPAS.com/ARIMBI RAMADHANIMaket salah satu proyek transit oriented development (TOD) yang dikembangkan Adhi Karya.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk membukukan kontrak baru senilai Rp 6,1 triliun sepanjang paruh pertama 2019 atau sama seperti tahun lalu. 

Direktur Keuangan ADHI Enthus Asnawi menilai, perolehan kontrak baru ini relatif tidak terlalu tinggi.

Adanya ekskalasi situasi politik, seperti Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden,  diyakini menjadi salah satu penyebabnya.

"Untuk perolehan kontrak memang agak rendah karena tahun politik atau pemilu. Diharapkan tahun ke depan lebih tinggi lagi," kata Enthus di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan, mayoritas kontrak baru berasal dari proyek BUMN (76 persen) untuk menggarap gedung (75 persen). 

Baca juga: Pilpres Selesai, Adhi Karya Harap Pembangunan Tol Jalan Terus

Salah satu kontrak baru yang berhasil dicapai yaitu pembangunan Gedung Bank Mandiri cabang Jakarta senilai Rp 207,3 miliar. 

"Untuk anchor proyek memang masih didukung proyek LRT, properti dan konstruksi," imbuh Enthus.

Dari sisi arus kas, Enthus mengaku, saat ini terjadi negative cashflow. Hal itu disebabkan dari Rp 14 triliun investasi yang telah dikeluarkan ADHI untuk menggarap proyek LRT Jabodebek, saat ini baru Rp 7,1 triliun yang telah kembali. 

"Artinya masih cukup besar tagihan yang sedang kami proses di KAI dan Perhubungan. Ini yang berkontribusi terhadap negative cashflow ADHI," ungkapnya.

Ia berharap, pada akhir tahun pembayaran proyek LRT dapat segera cair hingga Rp 3,1 triliun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X