Sofyan Djalil Klaim Banyak Terobosan Baru dalam RUU Pertanahan

Kompas.com - 16/08/2019, 13:00 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang Softan Djalil saat di Lapangan Maulana Yudha, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (18/2/2019), setelah menemani Presiden Joko Widodo membagikan 5000 sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, Banten. Kompas.com / Tatang GuritnoMenteri Agraria dan Tata Ruang Softan Djalil saat di Lapangan Maulana Yudha, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (18/2/2019), setelah menemani Presiden Joko Widodo membagikan 5000 sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, Banten.

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengatakan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan yang akan disahkan September mendatang, memuat sejumlah aturan baru yang akan membantu negara dalam mengelola aset yang dimiliki.

"Tujuannya, bagaimana mengatur pertanahan secara komprehensif sehingga tanah menjadi aset bermanfaat bagi pembangunan dan masyarakat," kata Sofyan saat memberikan kuliah umum di Kampus IPB, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Sofyan Beberkan Alasan di Balik Penyusunan RUU Pertanahan

Selama ini, sebut dia, sebelum adanya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, negara kesulitan memperoleh lahan untuk pembangunan infrastruktur.

"Secara de jure, seluruh tanah milik negara. Artinya, negara ini menguasai bumi dan air. Tapi de facto, negara enggak punya tanah," ujarnya.

Dengan adanya UU tersebut, pembebasan tanah untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas saat ini bukan menjadi sebuah persoalan. Tentunya, UU itu menjadi salah satu terobosan di bidang pertanahan.

Dalam RUU Pertanahan, imbuh Sofyan, salah satu terobosan yang dilakukan yaitu rencana pembentukan bank tanah.

Nantinya, lembaga tersebut akan bertugas mengumpulkan dan mendata seluruh lahan milik pemerintah yang ada, yang kelak dapat digunakan untuk kepentingan nasional.

"Sumbernya dari mana? Terlalu teknis. Intinya negara punya tanah. Sehingga ketika ada investasi, mau bikin rumah rakyat, mau bikin fasilitas puhblik, kita bisa berikan bank tanah tersebut," pungkas Sofyan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X