Properti-properti yang Diuntungkan Kehadiran Tol Kunciran-Serpong

Kompas.com - 12/08/2019, 20:22 WIB
Tol JORR II Kunciran-Serpong Paket II Parigi-Serpong Jumat (14/09/2018).Erwin Hutapea/Kompas.com Tol JORR II Kunciran-Serpong Paket II Parigi-Serpong Jumat (14/09/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Tol Kunciran-Serpong sebentar lagi dibuka untuk umum. Tol ini dirancang sepanjang 11,4 kilometer.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, pengoperasian jalan berbayar sepanjang 11,4 kilometer ini paling cepat pertengahan tahun 2019.

"Tol Kunciran-Serpong yang merupakan bagian dari Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, ini satu dari sembilan tol yang akan diresmikan tahun 2019 ini," kata Danang dalam keterangan tertulis, Senin (12/8/2019).

Terdiri atas dua seksi, tol yang digarap PT Marga Trans Nusantara tersebut membentang dari Seksi I Kota Tangerang Selatan sepanjang 6,72 kilometer dan Seksi II Kota Tangerang sepanjang 4,42 kilometer.

Baca juga: Menutup 2019, Sembilan Ruas Tol Baru Bakal Dioperasikan

Kehadiran tol ini diharapkan dapat mendukung kelancaran arus kendaraan terutama dari Serpong menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan sebaliknya.

Selain itu, menurut Director Research and Consultancy Cushman and Wakefield Arief Rahardjo, dampaknya terhadap sektor properti juga akan secara langsung meningkatkan nilai jual, terutama properti di kawasan-kawasan yang dilintasinya.

Properti-properti apa sajakah itu?

Arief memprediksi, township  atau pengembangan perumahan skala kota yang awalnya belum memiliki akses tol atau exit toll langsung seperti BSD City, Alam Sutera, dan Bintaro Jaya, bakal terkena dampak sangat besar.

"Hal ini dimungkinkan, karena sebagian besar dari masyarakat Jadebotabek masih mengandalkan mobil privat untuk transportasi," ujar Arief kepada Kompas.com, Senin (12/8/2019).

Kawasan-kawasan ini, kata Arief, sudah lama diincar pengembang. Terutama pengembang yang belum memiliki land bank.

Baca juga: Enam Bulan, Transaksi Rumah Jadebotabek Rp 6,67 Triliun

Sementara bagi pengembang yang sudah lama memiliki land bank akan segera merealisasikan rencananya untuk membangun proyek baru.

Collins Boulevard, Serpong, Tangerang.Dokumentasi Triniti Land Collins Boulevard, Serpong, Tangerang.
Biasanya, pengembang akan berusaha mendapatkan lahan yang lokasinya dekat degan exit toll.

Atau, apabila memang sudah punya landbank, pengembang akan berusaha mendapatkan exit toll langsung.

Selain mereka, tentu saja keluarga muda dan konsumen pembeli rumah pertama yang belum menemukan rumah idaman.

"Karena di area-area ini, harga propertinya masih relatif lebih terjangkau bagi keluarga muda," imbuh Arief.

Rumah dengan luas bangunan sekitar 55-116 meter persegi dan dimensi lahan 60-105 meter persegi, masih dibanderol dengan harga serentang Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar.

Namun demikian, Arief mengakui, siklus pasar properti untuk setiap sektor berbeda.

Akan tetapi, faktor lokasi termasuk aksesibilitas merupakan pengaruh terbesar bagi konsumen untuk memutuskan membeli properti.

"Jadi kalau pengembang bisa mengambil peluang di aksesibilitas, faktor kesuksesan lainnya relatif lebih mudah diatasi," ujar Arief.

Baca juga: Duet Hongkong Land-Sinarmas Land Tawarkan Perkantoran Kolaboratif

Vice President Director Triniti Land Bong Chandra mengemukakan hal senada. Menurut dia, kendati kenaikan nilai jual properti dibentuk oleh bertambahnya permintaan atau demand, dibukanya infrastruktur baru macam Tol Kunciran-Serpong, akan menstimulasi munculnya aktivitas ekonomi baru.

"Aktivitas yang sebelumnya absen. Aktivitas inilah yang akan menciptakan permintaan baru. Secara organik harga properti tentu akan naik," cetus Bong.

Dia mencontohkan, properti-properti yang dikembangkan Triniti Land dilirik pembeli karena faktor aksesibilitas dan infrastruktur.

Ruang keluarga di apartemen Saumata SuitesArimbi Ramadhiani Ruang keluarga di apartemen Saumata Suites
Harganya terus menanjak, terlebih mendekati peresmian dan pembukaan jalan tol baru tersebut. 

Saat ini, harga apartemen Brooklyn sudah menembus angka Rp 28 juta per meter persegi, Springwood Rp 25 juta per meter persegi, dan Yukata Rp 30 juta per meter persegi.

Kemudian, The Smith mencapai Rp 28 juta per meter persegi, dan Collins Rp 23 juta per meter persegi.

Nah, melihat peluang dari tol baru ini, Triniti Land akan memanfaatkannya dengan merencanakan peluncuran menara terbaru dari Collins Boulevard Superblock, yaitu The Scott Residence.

Peluncuran akan dilakukan pada Oktober 2019. Saat ini, mereka tengah mempersiapkan proyek terbaru di Batam, Kepulauan Riau.

 

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X