Susah Cari Rumah "Hook"? Kunjungi Pesta Rumah Sudut di IPEX 2019!

Kompas.com - 30/07/2019, 14:22 WIB
Rumah sudut yang dipasarkan Royal Tajur Surya di pameran IPEX 2019 ini berdesain upslope dan split level atau desain rumah yang menyesuaikan kontur tanah. Dok Royal TajurRumah sudut yang dipasarkan Royal Tajur Surya di pameran IPEX 2019 ini berdesain upslope dan split level atau desain rumah yang menyesuaikan kontur tanah.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali melaksanakan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, mulai 27 Juli sampai 4 Agustus 2019 mendatang. Banyak hal menarik di sini, terurama untuk mereka yang berburu hunian.

Salah satunya Pesta Rumah Sudut yang digelar PT Tajur Surya Abadi, pengembang perumahan mewah di kawasan Tajur, Bogor. Ada 18 unit rumah sudut ( hook) yang ditawarkan dengan harga KPR mulai Rp1,6 milir sampai Rp2,2 miliar.

Sebagai upaya lebih menarik pembeli, setiap pembelian rumah sudut ini Tajur Surya memberikan paket hadiah senilai lebih dari Rp25 juta yang berlaku selama pameran IPEX sampai akhir Agustus nanti.

"Bahkan, untuk unit-unit tertentu dan cara pembayaran khusus, kami berikan potongan harga sampai Rp100 jutaan. Diskon yang kami tawarkan ini adalah harga saat ini, dan belum dinaikkan," ujar Frans Hartono, Department Head Sales Royal Tajur, Selasa (30/7/2019) di sela pameran.

Berbeda dengan rumah sudut umumnya, menurut Frans, rumah sudut yang dipasarkan Royal Tajur di pameran ini berdesain upslope dan split level atau desain rumah yang menyesuaikan kontur tanah.

"Di IPEX ini kami memang mau menghabiskan rumah-rumah hook di Royal Tajur. Meskipun harganya lebih tinggi daripada rumah di posisi tengah, rumah sudut jelas punya lebih banyak keunggulan," kata Frans.

Beberapa keunggulan itu, lanjut dia, di antaranya adalah ukurannya lebih luas dibandingkan rumah standar, memiliki dua fasad (dua muka), rumah tidak terlihat sumpek, dan lebih fleksibel untuk dikembangkan.

"Hal lain yang penting adalah nilai investasinya lebih tinggi, hemat penerangan karena udara dan cahaya matahari leluasa masuk ke seluruh ruang. Dengan rumah sudut, pemilik bisa punya taman dan area private lebih luas," ucap Frans.

Dengan demikian, menurut Frans, pemilik rumah sudut punya banyak kesempatan untuk mendesain sendiri area terbuka hijau sesuai kehendaknya. Mereka bisa memanfaatkan area taman sebagai kawasan bermain ramah anak atau untuk bercocok tanam.

"Makanya, tak sedikit orang menyesal tidak bisa membeli rumah sudut. Membeli rumah itu kan untuk kebutuhan jangka panjang sehingga sangat penting mempertimbangkan aspek kenyamanan dan prospek keuntungannya," tambah Frans.

Adapun perumahan Royal Tajur berada di Jalan Raya Tajur yang merupakan koridor komersial sebagai Sub CBD (Central Business District) Bogor. Kawasan Tajur sendiri indentik sebagai kawasan wisata dan bisnis yang dikelilingi oleh hutan Biotrop.

Proyek perumahan ini memiliki kawasan pengembangan seluas 88 hektar dan 12,5 hektar di antaranya sudah dikembangkan. Beberapa klaster hunian sudah terbangun di perumahan ini adalah klaster Royal Boulevard, Royal Terrace, Royal Garden, Royal View, dan Bradfield.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Kawasan Terpadu
Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
komentar di artikel lainnya
Close Ads X