Konstruksi Jembatan Tano Ponggol Mulai Dibangun 2020

Kompas.com - 29/07/2019, 08:37 WIB
Konsep desain Jembatan Tano Ponggol di Sumatera Utara. Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRKonsep desain Jembatan Tano Ponggol di Sumatera Utara.

SAMOSIR, KOMPAS.com - Untuk mendukung pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun Jembatan Tano Ponggol Kabupaten Samosir.

Jembatan ini nantinya akan memudahkan akses wisatawan yang hendak menuju Pulau Samosir melalui jalur darat

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono mengungkapkan, saat ini diskursus terkait pembangunan jembatan ini masih berkutat pada tinggi jembatan yang akan dibangun.

"Besok Pak Menteri mau lihat jembatan itu. Ini diskusinya dengan (Kementerian) Perhubungan terkait ketinggian jembatan. Ada yang bilang harus tinggi supaya di bawahnya kapal cruise bisa lewat, tapi ada yang bilang tidak perlu tinggi karena turis tidak semuanya ke sana," ucap Hadi kepada Kompas.com, Minggu (28/7/2019) malam.

Baca juga: Tahun 2020, Pemerintah Kucurkan Rp 2,4 Triliun untuk Danau Toba

Menurut dia, BPIW telah menyusun studi kelayakan terkait rencana pembangunan jembatan tersebut. Dari hasil kajian, jembatan tidak perlu dibangun terlalu tinggi, sehingga tidak memerlukan anggaran yang besar.

Hal ini sejalan dengan keinginan Bank Dunia yang turut memberikan pinjaman di dalam pembangunan jembatan tersebut.

"Dari hasil kelayakan studinya bisa diturunkan dari 15 meter jadi 9 meter. Karena kalau 15 meter, bagus tapi mahal. Tapi kalau yang 9 meter lebih realistis dan lebih murah. Kapal lebih banyak," ucapnya.

Saat ini, Hadi menambahkan, alur Tano Ponggol yang nantinya akan dibangun jembatan, telah dikeruk oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA).

Baca juga: Yori Antar, Arsitek di Balik Wajah Baru Danau Toba

Pengerukan dilakukan lantaran alur sepanjang 1,5 kilometer tersebut mempunyai lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal dan di beberapa bagian mengalami penyempitan hingga tinggal 8 meter.

Dengan pengerukan, alur Tano Ponggol menjadi lebih lebar yakni 80 meter. Selain itu, dilakukan pekerjaan pendalaman penggalian sedalam 5 meter dengan cara memindahkan tanah 169.914 meter kubik untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 807 di atas permukaan laut.

"Targetnya 2020 sudah harus bisa bangun fisik," tuntasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Apartemen
[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

Berita
Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Berita
Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Berita
Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Berita
Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Arsitektur
Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Kawasan Terpadu
Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Ritel
Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Berita
Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Perumahan
Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Berita
Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Berita
Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Berita
Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Berita
'Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group'

"Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group"

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X