Menurut Basuki, Bangun Infrastruktur Harus Sedikit Nyeni

Kompas.com - 26/07/2019, 12:44 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur dipastikan menjadi salah satu program utama yang akan digarap pemerintahan baru dalam lima tahun ke depan.

Untuk itu, diperlukan dukungan sejumlah pihak, termasuk konsultan konstruksi guna mewujudkan rencana tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta para konsultan dapat memasukkan unsur estetika untuk menambah nilai artistik sebuah produk konstruksi.

"Ada unsur seninya sedikit lebih mahal tidak apa-apa. Seperti kalau membangun bendungan juga dilengkapi dengan penataan lansekap yang baik. Hal ini merupakan bagian dari bentuk penghayatan dalam membangun infrastruktur," kata Basuki saat menghadiri HUT ke-40 Inkindon dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7/2019).

Baca juga: Dukung Visi Jokowi, Basuki Siap Bangun Jaringan Infrastruktur SDA

Ia menyatakan, telah diminta Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan program pembangunan infrastruktur tahun 2020 dengan prioritas infrastruktur pendukung pariwisata seperti di Borobudur, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo.

"Saya harap para konsultan konstruksi yang tergabung di Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) dapat ikut berkontribusi," imbuh Basuki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Basuki menuturkan, beberapa waktu lalu telah menerbitkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 897/KPTS/M/2017 tentang Besaran Remunerasi Minimal Tenaga Kerja Konstruksi pada Jenjang Jabatan Ahli untuk Layanan Jasa Konsultansi Konstruksi tertanggal 13 November 2017.

Kepmen tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Dengan regulasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan biaya jasa konsultan yang dibayar berdasarkan keahliannya. Dengan demikian para tenaga konsultan bisa semakin sejahtera.

"Jangan sampai masih ada yang melakukan praktek membanting harga untuk jasa konsultan, karena ini menyangkut expertis (keahlian). Kita harus bisa menghargai keahlian orang," ucap Basuki.

Baca juga: Infrastruktur Tersambung Kawasan Ekonomi, Potensial Tarik Investasi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X