Dukung Visi Jokowi, Basuki Siap Bangun Jaringan Infrastruktur SDA

Kompas.com - 24/07/2019, 12:00 WIB
Bendung Copong di Kabupaten Garut Kementerian PUPRBendung Copong di Kabupaten Garut

JAKARTA, KOMPAS.com - Peningkatan jumlah penduduk menjadi salah satu isu penting dalam menjaga ketahanan sumber daya air nasional.

Untuk itu, pemerintah terus mengembangkan infrastruktur perairan. Selain untuk memasok kebutuhan air baku, infrastruktur perairan juga dimanfaatkan sebagai sumber pengairan irigasi persawahan.

Saat ini, jumlah penduduk Indonesia mencapai 267 juta jiwa, dimana 55 persen di antaranya atau sekitar 147 juta jiwa merupakan kaum urban yang tinggal di wilayah perkotaan. Adapun tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 1,1 persen per tahun.

"Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan bertambah menjadi 295 juta jiwa pada 2030. Besarnya jumlah penduduk berjalan seiring dengan peningkatan kebutuhan akan air, lahan dan energi, yang memberikan dampak serius jika ketersediaan sumber daya tersebut tidak dikelola dengan baik," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa (23/7/2019).

Dalam pidato Visi Indonesia yang disampaikan presiden terpilih, Joko Widodo, pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan pada periode pemerintahan berikutnya terutama guna menunjang konektivitas infrastruktur besar ke sejumlah kawasan strategis.

Baca juga: RUU SDA Segera Disahkan

Basuki menyatakan, pembangunan 65 bendungan akan didukung oleh jaringan konektivitas untuk menyalurkan air tersebut ke area pesawahan dan pemukiman masyarakat.

"Ini agar produktivitas tanaman pangan tetap stabil. Bendungan juga dimanfaatkan untuk penyediaan air baku dalam mendorong percepatan pemenuhan 100 persen akses air bersih melalui pembangunan 10 juta sambungan rumah di tahun-tahun mendatang," jelas Basuki.

Basuki menuturkan, bendungan yang telah dibangun pemerintah tak hanya akan berfungsi sebagai penyimpan cadangan pasokan air, tetapi juga menjadi infrastruktur ketahanan bencana yang ditimbulkan oleh air seperti banjir dan kekeringan hidrologis yang berdampak pada kawasan pemukiman dan pertanian.

Berdasarkan data World Risk Level, Indonesia termasuk negara yang memiliki risiko tinggi akan bencana banjir sebesar 43,8 persen dari total kejadian bencana alam.

Pada tahun ini bencana kekeringan menimpa kawasan perkotaan di 8 provinsi di Indonesia diantaranya Banten, Jawa Timur, NTB, dan NTT dengan jumlah penduduk terdampak 2 juta jiwa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X