Dampak Masa Konsolidasi, Banyak Tol yang Dijual

Kompas.com - 22/07/2019, 13:34 WIB
Ilustrasi tol Kementerian PUPRIlustrasi tol

Meski demikian, ada banyak hal yang harus 'dijaga' untuk memastikan iklim bisnis tetap menarik. Pertama dari segi harga.

Menurut Krist, bila harga yang ditawarkan terlalu tinggi, tentunya hal tersebut dipandang kurang menarik oleh investor.

"Mending lihat yang lai ya yang ada potensi tumbuh," ucap CEO Group Bisnis Jalan Tol Astra Infra tersebut.

Hal yang lain yaitu biaya konstruksi. Semakin tinggi investasi yang dikeluarkan developer, tentunya akan berdampak terhadap tingginya tarif yang dipatok untuk mengembalikan nilai investasi sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya.

"Selain itu jangan stocksplit. Investor jeli juga kan," tuturnya.

Krist tak menampik bila bisnis jalan tol memiliki resiko yang besar. Meski demikian, banyak investor yang masih tertarik untuk bermain di sektor ini.

"Bagi Astra sebagai korporasi, infrastruktur menjadi bagian dari rebalancing portofolio. Investasi long term kan enggak masuk di komoditas, terhenyak-henyak kan. Makanya buat Astra ini rebalancing, kami ingin menarik, (sebagai) passive investor," tandasnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X