Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Cushman & Wakefield, konsultan properti global, secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Fifth Wall, perusahaan modal ventura yang berfokus pada solusi teknologi untuk industri properti.
CEO Cushman and Wakefield Brett White mengatakan, perusahaannya telah menemukan mitra tangguh dan berpengalaman di bidangnya.
"Kami bersama-sama akan membantu para klien melalui penawaran solusi teknologi inovatif dalam industri properti global," ujar Brett dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (18/7/2019).
Baca juga: Pasar Apartemen untuk Orang Kaya Tajir Melintir Tak Pernah Surut
Sementara itu, Co-Founder and Managing Partner Fifth Wall Brendan Wallace menambahkan, efek jaringan yang kuat dalam model pendanaan yang unik di antara dua perusahaan ini menjadikan bisnis mereka makin potensial, dan semakin menguat.
"Platform unik yang terbentuk, mengintegrasikan antar-perusahaan properti dalam berbagi wawasan dan pengetahuan bisnis sehingga kapasitas dan kompetensi mereka kian meningkat," tambah Brendan.
Lebih jauh Brendan mengatakan, Fifth Wall mendorong kolaborasi strategis antara teknologi inovatif untuk industri properti dan eksistensi perusahaan properti.
“Kami berkomitmen untuk bermitra dengan organisasi yang dapat membantu kami mengembangkan solusi teknologi untuk klien kami, kolega kami, dan lingkungan binaan," sambung Brett.
Baca juga: Profil Pembeli Apartemen Rp 43,4 Miliar Tunai Bukan OKB Tanggung
Sejatinya, Cushman & Wakefield's technology (PropTech) telah mengembangkan kemitraan strategis berupa platform global dengan berbagai organisasi, termasuk MetaProp NYC, Plug and Play dan 1871.
Mereka juga baru-baru ini menjalin relasi bisnis dengan perusahaan-perusahaan inovatif seperti Saltmine dan Reonomy.
“Kemitraan PropTech ini membuat kami lebih efisien, memastikan perusahaan kami berkembang secepat perkembangan teknologi," kata Chief Information Officer dan Chief Digital Officer Cushman & Wakefield Adam Stanley.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.