Setelah 137 Tahun, La Sagrada Familia Akhirnya Punya IMB

Kompas.com - 15/06/2019, 13:09 WIB
Gereja Katolik Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol.Dezeen.com Gereja Katolik Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol.

KOMPAS.com - Wakil Walikota Barcelona untuk Ekologi, Urbanisme dan Mobilitas, Janet Sanz mengumumkan bahwa La Sagrada Familia akhirnya resmi memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Lisensi tersebut berarti bahwa struktur ikonik, yang dirancang oleh Antoni Gaudí, akan diizinkan untuk terus dikembangkan hingga tahun 2026.

Sanz menyatakan bahwa Sagrada Familia akan membayar 4,6 juta euro atau sekitar Rp 73,8 miliar untuk IMB dan 36 juta euro atau Rp 578 miliar untuk membayar biaya selama proses pembangunan.

"Kami adalah pemerintah yang berani yang tidak mengizinkan hak istimewa," tulisnya.

Baca juga: 136 Tahun Tanpa Izin, Sagrada Familia Bayar Denda Rp 626 Miliar

Meski status gereja itu terdaftar di UNESCO sebagai Situs Warisan Budaya Dunia, tetapi pemerintah kota setempat tidak pernah memberi izin secara resmi. Sehingga secara teknis, pembangunan rumah ibadah itu sebelumnya dinyatakan ilegal.

Sagrada FamiliaKapa1966 / Shutterstock.com Sagrada Familia
Sebelumnya pada 2018, Junta Constructora, yang merupakan yayasan yang sekarang mengawasi pembangunan rumah ibadah itu setuju membayar denda dan melakukan penandatanganan kesepakatan.

Dalam kesempatan penandatanganan perjanjian bersejarah itu, Wali Kota Barcelona Ada Colau mengatakan, uang denda yang dibayar tersebut nantinya digunakan untuk mendanai sejumlah proyek infrastruktur di Barcelona.

Sebagai imbal balik atas pembayaran itu, dewan kota Barcelona menyatakan pemerintah setempat akan secara resmi memberi izin pengerjaan dan penyelesaian konstruksi basilika tersebut sesuai desainnya.

Pembangunan gereja Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol.Dezeen.com Pembangunan gereja Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol.
Pembangunan katedral dimulai pada 1882 oleh Francisco de Paula del Villar. Setelah itu, Antoni Gaudí mengambil alih proyek setelah arsitek asli mengundurkan diri pada tahun 1883.

Saat itu, lokasi katedral sebenarnya berada di ota kecil Sant Martí Provençals. Gaudi meminta izin untuk melaksanakan konstruksi pada 1885, namun izin itu tidak pernah dikabulkan.

Ini karena kota itu dianeksasi oleh Barcelona pada tahun 1897, sehingga membuat perizinan menjadi terbengkalai.

Baca juga: La Sagrada Familia, Katedral Tertinggi Impian Antoni Gaudi

Meski begitu, Gaudi tetap menjalankan pembangunan katedral hingga kematiannya pada tahun 1926.

Arsitek asal Catalan itu meninggal pada 1926 setelah mengalami kecelakaan kereta, dan meninggalkan proyek itu yang baru dikerjakan hanya seperempat dari bangunan lengkapnya.

Ia akhirnya dimakamkan di ruang bawah tanah bangunan yang beru selesai seperempatnya itu. Pembangunan katedral juga sempat mengalami penundaan panjang karena masalah keuangan dan kebakaran pada 1930-an.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X