Kompas.com - 14/06/2019, 19:00 WIB
Jokowi serahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Bangli, Bali, Jumat (14/6/2019) AntaranewsJokowi serahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Bangli, Bali, Jumat (14/6/2019)

BANGLI, KOMPAS.com - Setelah beberapa kota dan kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, kini giliran Kabupaten Bangli yang warganya mendapat sertifikat tanah gratis dari Presiden Joko widodo (Jokowi).

Mereka mendapat 4.816 sertipikat tanah yang diserahkan langsung oleh Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sertifikat tanah merupakan bukti kepemilikan tanah. Dengan memegang sertipikat tanah tidak ada yang mengklaim tanah kita," kata jokowi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/6/2019).

Jokowi membagikan 4.816 sertipikat tanah di Lapangan Kilobar, Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli.

Baca juga: Sofyan Djalil Serahkan Sertifikat Hak Pakai Tanah ke Kapolri

Pada kegiatan tersebut hadir 3.000 orang yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. 

Jokowi mengakui sering menerima keluhan mengenai sengketa tanah dalam kunjungan kerja ke daerah. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang belum menerima sertifikat tanah.

"Untuk itu, saya minta sertifikasi ini agar dipercepat," tegas dia.

Menurut Jokowi, masyarakat Indonesia senang mengagunkan sertifikat tanahnya. Namun begitu, Ia berpesan agar berhati-hati dalam mengagunkan sertifikat tanah.

"Gunakan untuk hal-hal produktif," imbuh Jokowi.

Berkah pembagian sertipikat dirasakan oleh Dewa Agung, anggota masyarakat Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli. 

Di hadapan Jokowi dan beberapa Menteri yang hadir, Dewa Agung mengungkapkan bahwa sertifikatnya akan diagunkan ke Bank BRI dengan usulan kredit Rp 25 juta.

"Saya akan gunakan untuk membangun usaha jamu serta katering," kata Dewa Agung.

Mendengar hal tersebut, Jokowi berpesan agar dipikirkan betul-betul sebelum mengajukan pinjaman ke bank.

"Saat mau meminjam ke bank, kita harus tahu modal tersebut digunakan untuk apa. Harus dihitung betul-betul, jangan sampai berat mengangsur," tambah Jokowi.

Proses mudah

Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil mengatakan bahwa saat ini jumlah tanah di Provinsi Bali yang belum bersertipikat sebanyak 147.000 bidang tanah.

"Provinsi Bali akan terdaftar seluruhnya pada tahun 2019 ini," ujar Sofyan.

Proses urus sertifikatnya juga mudah, sebagaimana disampaikan Ngurah Hadi, warga Bangli yang naik ke panggung.

Melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sertifikat tanahnya jadi dalam waktu kurang lebih 1 bulan.

"Prosesnya cepat. Kami diminta mengumpulkan data diri, habis itu mendaftar. Lalu petugas datang untuk mengukur tanah saya, ada sidang. Lalu habis itu sertipikat tanah jadi," ujar Ngurah Adi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.