"One Way" dan "Contra Flow" Dinilai Untungkan Pedagang di Jalur Arteri

Kompas.com - 11/06/2019, 18:16 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan keterangan di sela-sela menghadiri open house Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (5/6/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan keterangan di sela-sela menghadiri open house Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (5/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai, pemberlakuan contra flow dan one way tak hanya mendorong kelancaran arus kendaraan di jalan tol pada saat mudik dan balik lebaran.

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang makanan dan buah tangan yang berada di jalan arteri atau jalan nasional.

Menurut Basuki, dengan kebijakan tersebut, kendaraan yang berasal dari arah berlawanan diharuskan melewati jalan arteri.

Imbasnya, perekonomian masyarakat pun menggeliat seiring dengan keinginan masyarakat untuk berhenti dan beristirahat di sejumlah tempat peristirahatan atau restoran.

Baca juga: 41 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta

"Ada positifnya one way itu. Karena di jalan nasional pada saat mudik orang dari timur ke barat yang lewat jalan nasional itu bisa beli di warung-warung. Begitu juga waktu balik dari Jakarta menuju ke daerah, banyak yang belanja di warung-warung itu," kata Basuki di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Salah satu contohnya, sebut dia, penjaja oleh-oleh di Brebes. Basuki mengaku, sempat melakukan pengecekan saat arus balik bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Minggu (9/6/2019) ke jalur arteri dan melintasi wilayah tersebut.

"Kemarin di Brebes orang mampir beli oleh-oleh yang tahun lalu kosong," kata dia.

Kendati demikian, kebijakan tersebut juga menuai catatan. Perilaku masyarakat yang kerap berpindah jalur melalui median jalan adalah salah satunya

"Bayangkan di dalam satu one way, itu ada mobil yang lewat median karena agak kosong di sini, agak penuh, dia lewat (pindah ke jalur lain). Itu bahaya sekali. Itu perilaku yang (perlu) dievaluasi polisi," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X