Kisah Para Pemudik, Perjalanan Tahun Ini Lebih Lancar

Kompas.com - 02/06/2019, 15:10 WIB
Jalan nasional Trans-Jawa non tol di pantai utara atau pantura terpantau ramai lancar pada H-4 Lebaran atau Sabtu (1/6/2019) malam. Tampak satu keluarga dari Kemayoran, Jakarta Pusat, menumpang bajaj sebagai kendaraan mudik menuju Brebes, tengah beristirahat di jalur Patrol. Fatharani Azmi Nadhira/KOMPAS.COMJalan nasional Trans-Jawa non tol di pantai utara atau pantura terpantau ramai lancar pada H-4 Lebaran atau Sabtu (1/6/2019) malam. Tampak satu keluarga dari Kemayoran, Jakarta Pusat, menumpang bajaj sebagai kendaraan mudik menuju Brebes, tengah beristirahat di jalur Patrol.

PALIMANAN, KOMPAS.com - "Saya sengaja menyewa bajaj untuk pulang mudik ke Brebes, setelah tahun-tahun sebelumnya menumpang bus dan mobil pribadi".

Larasati mengisahkan perjalanannya pulang ke kampung halaman di Brebes, kepada Tim Merapah Trans-Jawa 4.0 Kompas.com, Sabtu (1/6/2019) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, mudik tahun ini jauh lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Warga Kemayoran, Jakarta Pusat, ini mengisahkan, perjalanannya dimulai dari rumah kerabat di Kemayoran pada pukul 18.30 WIB atau setelah menunaikan shalat maghrib.

Tiba di SPBU kawasan Patrol tepat pukul 22.00 WIB. Ini artinya, Larasati dan keluarga membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam hingga 4 jam untuk sampai di Indramayu.

Biasanya, kata dia, perjalanan bisa lebih panjang hingga 6 jam. Untuk sampai Brebes sebagai kampung halamannya, waktu tempuh sekitar 8 jam.

"Hari ini lebih cepat, mungkin tiba di Brebes bisa 6 jam," kata Larasati yang bersama rombongan, mengambil tiga kali istirahat.

Baca juga: Puncak Arus Mudik 1 Juni, One Way Diperpanjang

Dengan menumpang bajaj, dia harus merogoh kocek senilai Rp 200.000 per orang. Sedikit lebih mahal ketimbang naik angkutan umum seperti bus yang hanya mematok tarif Rp 120.000 per orang.

Pemudik yang memanfaatkan bajaj tengah beristirahat di SPBU Patrol, Kabupaten Indramayu, Sabtu (1/6/2019).GARRY ANDREW LOTULUNG/KOMPAS.com Pemudik yang memanfaatkan bajaj tengah beristirahat di SPBU Patrol, Kabupaten Indramayu, Sabtu (1/6/2019).
Larasati sengaja memilih kendaraan bajaj, karena selain unik, juga memang ingin merasakan moda roda tiga tersebut setelah tahun-tahun sebelumnya mudik dengan bus atau kendaraan roda empat.

Kegembiraan serupa diungkapkan Suratman, warga Bintaro, Jakarta Selatan, yang berprofesi sebagai pemasok bahan kimia untuk percetakan.

Menurut dia, perjalanan pulang ke kampung halamannya di Purwokerto tahun ini dirasakan lebih santai, nyaman, dan tidak terburu-buru.

Baca juga: Merapah Trans-Jawa 4, Panduan Lengkap Mudik 2019

"Kami jalani mudik mulai dari rumah hingga rest area ini dengan sebuah kegembiraan," kata Suratman saat ditemui di rest area KM 86 B Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Hanya butuh kocek senilai Rp 300.000 untuk BBM dan tarif Tol Trans-Jawa sekitar Rp 175.000, Suratman bisa sampai di kota tujuan bersama istri dan keempat anaknya.

Angka ini, dalam perhitungan Suratman, lebih irit ketimbang harus naik kereta api atau bus antar kota dan antar provinsi.

"Tiket kereta sudah mencapai Rp 400.000-an, mendekati Lebaran naik lagi. Jadi, kami memutuskan mengendarai mobil sendiri," tambah dia.

Sedangkan Alam bersama enam kerabatnya yang berdomisili di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, melakukan perjalanan mudik selepas shalat Maghrib.

Setelah mencapai tempat istirahat di KM 86 A Jalan Tol Cipali, Alam langsung menggelar tikar untuk menyantap makan malam yang dia bawa dari rumah.

"Tak kebagian tempat di rest area, jadi kami gelar tikar di jalan (bahu jalan)," tambah Alam.

Alam, pemudik asal Kebon jeruk, Jakarta Barat, menggelar tikar untuk menyantap makan malam yang diabwanya dari rumah. Alam beristirahat di KM 86 A jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada Sabtu (1/6/2019).GARRY ANDREW LOTULUNG/KOMPAS.com Alam, pemudik asal Kebon jeruk, Jakarta Barat, menggelar tikar untuk menyantap makan malam yang diabwanya dari rumah. Alam beristirahat di KM 86 A jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada Sabtu (1/6/2019).
Dengan kota tujuan Sragen, Alam memperkirakan waktu tempuh efektif sekitar 8 jam hingga 10 jam. Waktu tempuh ini lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika Tol Trans-Jawa belum terwujud.

"Kami bisa sampai rumah 24 jam kemudian. Itu kalau kondisi lalu lintas normal. kalau lagi macet, bisa dua hari dua malam," sebut Alam.

Untuk menuju Sragen, Alam harus mengeluarkan dana sekitar Rp 400.000 untuk BBM, dan Rp 380.000 untuk membayar tol.

"One way"

Baik Larasati, Suratman, maupun Alam sepakat, bahwa perjalanan mudik saat ini dilalui tanpa rasa khawatir terjebak macet panjang berjam-jam.

"Mungkin karena ada rekayasa lalu lintas one way ya. Jadi perjalanan lancar-lancar saja," kata Suratman.

Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).
Demikian halnya dengan Larasati, meski perjalanannya ditempuh melalui jalur pantura, tidak memakan waktu lama hingga berpuluh-puluh jam.

"Tak ada kendala, walau banyak kendaraan roda dua, bus, dan juga lampu merah," sebut dia.

Sementara Alam merasakan, kembali menemui kerabat dan handai taulan adalah tujuan utamanya.

"Lebih bersyukur ketika semua berjalan sesuai rencana. Pembangunan infrastruktur memang terasa manfaatnya," tuntas Alam yang diamini Suratman.

Untuk diketahui, rekayasa lalu linats one way  diberlakukan pada Kamis (30/5/2019) mulai dari KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 263 Brebes Barat di Jalan Tol Pejagan-Pemalang.

Kompas Video KOMPAS.com - Tim Merapah Trans-Jawa 4 2019, kembali melanjutkan perjalanan setelah menyusuri ruas tol trans-jawa dari Merak hingga Probolinggo. Kali ini tim menuju kota Yogyakarta. Dalam perjalanan menuju kota pelajar tersebut, tim menyempatkan diri singgah di Posko Siaga Toyota di Rest Area Ungaran. Para teknisi Toyota dengan sigap melakukan pengecekan pada kondisi oli mesin, filter, rem sampai kaki-kaki. Tiba di Jogja, tim merapah menuju destinasi wisata di lereng merapi. Desa yang porak-poranda karena erupsi merapi pada 2010 tersebut kini bermetamorfosa menjadi kawasan wisata yang digemari wisatawan. Saksikan terus perjalanan Tim Merapah Trans-Jawa 4 di video selanjutnya #merapah #merapahtransjawa #merapahtransjawa4 #mudik #lebaran #arusmudik

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.