Diskresi Bisa Percepat "One Way" dan "Contraflow" di Jalan Tol

Kompas.com - 28/05/2019, 16:31 WIB
Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Jawa Barat tersendat pada Rabu pagi (22/5/2019). Sejak Simpang Susun (SS) Cikunir, antrean panjang kendaraan ini dipicu akibat bergesernya Steel I-Girder (SIG) atau balok baja Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Elevated) dari truk multi-axle. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGLalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Jawa Barat tersendat pada Rabu pagi (22/5/2019). Sejak Simpang Susun (SS) Cikunir, antrean panjang kendaraan ini dipicu akibat bergesernya Steel I-Girder (SIG) atau balok baja Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Elevated) dari truk multi-axle.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan one way dan contraflow di jalan tol tak menutup kemungkinan akan selesai lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Hal tersebut dimungkinkan bila melihat kondisi arus lalu lintas relatif lancar.

Untuk diketahui, contraflow akan diterapkan mulai dari KM 29 sampai KM 61 Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 06.00-21.00 WIB. Sedangkan one way akan berlaku mulai dari KM 70 hingga KM 263 pada pukul 09.00-21.00 WIB.

Adapun pelaksanaannya yaitu pada 30 Mei sampai 2 Juni saat arus mudik dan 8-10 Juni saat arus balik Lebaran.

"Diskresi bisa dimunculkan di lapangan, tetapi tetap mempertimbangkan kapasitas jalannya. Bisa saja jamnya dipendekin," kata Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur di kantornya, Senin (27/5/2019).

Baca juga: Urai Macet Mudik, Konstruksi GT Cikampek dan Kalihurip Dipercepat

Namun, untuk memperpanjang waktu pelaksanaan one way dan contraflow, menurut dia, kecil kemungkinannya untuk dilaksanakan.

Sebab, pengelola jalan tol dan aparat kepolisian mempertimbangkan arus pengguna jalan yang berasal dari arah Bandung dan sekitarnya yang hendak menuju Jakarta.

Untuk diketahui, saat pelaksanaan mudik, diperkirakan tak kurang dari 1.383.830 kendaraan akan meninggalkan Jakarta.

Dari jumlah tersebut, 58,68 persen di antaranya atau sekitar 811.963 kendaraan akan menuju ke arah timur melewati Tol Jakarta-Cikampek.

Adapun yang akan melintasi GT Cikampek Utama menuju wilayah timur Jawa diperkirakan mencapai 54,44 persen atau sekitar 442.041 kendaraan.

Sedangkan yang akan menuju wilayah Bandung dan sekitarnya melalui GT Kalihurip Utama mencapai 45,56 persen atau sekitar 369.921 kendaraan.

"Kalau untuk perpanjangan kita belum diskusikan. Kenapa kita batasin, karena kita rawan saat baliknya. Pertimbangan saat ini kan ada 30-40 persen ke arah Bandung atau selatan," kata Subakti.

"Kalau balik ke Jakarta, kalau one way yang dimulai dari KM 29, kan berarti tidak bisa lewat tol. Kalau mulai dari 70 kan bisa lewat dalem," imbuh dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X