Jembatan Klodran, Bikin Perjalanan Mudik Tak Membosankan

Kompas.com - 25/05/2019, 16:30 WIB
Jembatan Klodran di ruas tol Solo - Ngawi, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Jembatan Klodran di ruas tol Solo - Ngawi, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Ada banyak hal menarik dalam ekspedisi mudik Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com 4.0 tahun ini.

Selain telah tersambungnya ruas-ruas tol dalam koridor Tol Trans Jawa dari Merak hingga Probolinggo sepanjang 965 kilometer, pemandangan alam panoramik, juga struktur pelengkap jalan tol yang ditahbiskan sebagai ikon kawasan masing-masing.

Sebut saja Jembatan Kalikuto di ruas Tol Batang-Semarang yang menjadi tengara Kabupaten Batang, dan Jembatan Klodran atau Simpang Susun (Klodran) di ruas Tol Solo-Ngawi yang menjadi landmark Kota Solo.

Baca juga: Kilas Balik Jembatan Kalikuto, Sebelum dan Sesudah Dibangun

Untuk nama terakhir, yang paling mencolok adalah fungsi ganda Jembatan Klodran sebagai simpang susun atau interchange.

Jembatan Klodran di ruas tol Solo - Ngawi, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Jembatan Klodran di ruas tol Solo - Ngawi, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019).
Desainnya dinilai demikian istimewa. Kendati istimewa dan dibuat dengan memenuhi unsur estetika, namun tidak melupakan fungsinya sebagai jembatan simpang susun, dan juga kualitas struktur.

Sebelum diresmikan pada 2017 lalu, banyak warga sekitar yang melakukan swafoto. Tak hanya itu, mereka menjadikan SS Klodran ini sebagai penanda untuk menunaikan janji temu, sekaligus menghabiskan waktu menanti senja berlalu.

Dalam catatan Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, struktur Jembatan Klodran menggunakan cable stayed yang jarang digunakan di Indonesia.

Jembatan Klodran di ruas tol Solo - Ngawi, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Jembatan Klodran di ruas tol Solo - Ngawi, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019).
Hingga saat ini, jembatan yang menggunakan struktur seperti ini bisa dihitung dengan jari sebelah tangan yakni Jembatan Pasupati Bandung, dan Suramadu.

Cable stayed pada Jembatan Klodran bukan ornamen hiasan seperti pada jembatan Grand Wisata di Bekasi. Fungsi cable stayed ini adalah sebagai struktur.

Rupa Jembatan Klodran ini tak kalah dibanding struktur serupa di kota Rotterdam, Belanda, yakni Erasmus Bridge.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X