Ada Diskon, Klasterisasi Tarif Tol Trans-Jawa Dihentikan

Kompas.com - 24/05/2019, 15:56 WIB
Rest area tol Batang - Semarang km 379A, Batang, Jawa Tengah, Kamis (23/5/2019). Menjelang arus lebaran 2019 rencananya, rest area yang dilengkapi SPBU itu, akan mulai beroperasi tanggal 29 Mei 2019. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Rest area tol Batang - Semarang km 379A, Batang, Jawa Tengah, Kamis (23/5/2019). Menjelang arus lebaran 2019 rencananya, rest area yang dilengkapi SPBU itu, akan mulai beroperasi tanggal 29 Mei 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemberian diskon tarif tol selama mudik dan balik Lebaran 2019 rupanya berbuntut pada penghentian klasterisasi tarif di ruas Tol Trans-Jawa.

Sebelumnya, klasterisasi tarif ini diberlakukan untuk menyiasati mahalnya tarif Tol Trans-Jawa setelah tujuh ruas yang menjadi bagian tol ini diresmikan Presiden Joko Widodo, akhir 2018 lalu.

"Jadi sekaligus menghentikan diskon clustering," kata Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Desi Arryani di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (24/5/2019).

Untuk diketahui, selama mudik dan balik Lebaran akan berlaku diskon sebesar 15 persen di tol beroperasi dan bertarif di seluruh Indonesia.

Baca juga: Tarif Tol Didiskon 15 Persen Selama Lebaran

Adapun pelaksanaannya pada 27, 28, dan 29 Mei saat arus mudik dan 10, 11, dan 12 Juni saat arus balik.

Desi beralasan, sulit untuk melakukan kalkulasi bila diskon yang diberikan double.

"Kemarin tanggal 23 selesai, dan 27, 28, 29 berlaku diskon yang baru," ujarnya.

Sebelumnya di Trans-Jawa berlaku empat klasterisasi pengoperasian berdasarkan wilayah operasi.

Klaster I meliputi Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan. Sementara Klaster II mencakup Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang.

Adapun Klaster III terdiri atas Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.

Klaster IV meliputi Surabaya-Gempol segmen Porong-Gempol, Gempol-Pandaan, dan Gempol Pasuruan.

Dengan klasterisasi ini berlaku diskon tarif sebesar 15 persen bagi pengguna jalan dengan jarak terjauh pada satu klaster di Klaster II-IV (barrier to barrier).

Berikut beberapa penghitungan tarif untuk Golongan I jarak terjauh:

1. Jakarta (Jakarta-Cikampek)-Semarang Rp 334.500.
2. Merak-Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek)-Semarang Rp 397.500.
3. Jakarta (Jakarta-Cikampek)-Surabaya (Kejapanan Utama) Rp 660.500.
4. Merak-Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek)-Surabaya Rp 723.500.
5. Jakarta (Jakarta-Cikampek)-Pasuruan (Grati) Rp 712.500.
6. Merak-Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek)-Pasuruan (Grati) Rp 775.500.

Kompas Video KOMPAS.com - Mudik tak lagi identik dengan kata bosan, terutama bagi Anda yang berdomisili di Pulau Jawa. Tol Trans Jawa telah dibuka, membentang sepanjang 965 kilometer dari Merak sampai Probolinggo. Hadirnya tol Trans Jawa tentu mempermudah akses antar kota, serta membuat mudik menjadi lebih lancar dan menyenangkan. Inilah yang menjadi fokus dalam program " Merapah Trans Jawa 4.0" yang dipersembahkan oleh Kompas.com. Beragam informasi akurat tepercaya mulai dari kondisi fisik jalan tol, tarif tol, perawatan kendaraan sebelum mudik, cara berkendara yang baik, wisata kuliner dan obyek wisata alam disajikan secara khas, edukatif, informatif, positif, dan inspiratif dalam platform multimedia, berupa artikel, foto, dan video, serta Visual Interaktif Kompas (VIK). #merapahtransjawa4 #merapahtransjawa #otomotif #toltransjawa #mudik #arusmudik #travel #tol



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X