Macet di Tol Jakarta-Cikampek saat Mudik, Ini Jurus Pengelola

Kompas.com - 20/05/2019, 18:00 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa. ANTARA FOTO/Risky AndriantoSejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 150.000 kendaraan diperkirakan melintasi Tol Jakarta-Cikampek saat puncak arus mudik dan balik Lebaran tahun 2019 ini.

Guna mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menyiapkan tiga jurus. Pertama, melakukan distribusi beban kendaraan.

"Distribusi beban kan ada larangan truk. Itu mutlak kalau ingat tahun lalu naiknya 88 persen traffic-nya terhadap normal," kata General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman di kantornya, Senin (20/5/2019).

Menurut dia, selama ini banyak truk over dimension over load (ODOL) yang melintasi tol sepanjang 73 kilometer tersebut.

Baca juga: YLKI Anggap Penerapan One Way Saat Mudik Bikin Bekasi Merah Total

Meski pun penindakan telah dilakukan setiap minggunya, hal itu tidak menyurutkan pengusaha logistik memuat beban melebihi kapasitas truk. Dengan adanya pembatasan truk beroperasi, diharapkan lalu lintas di jalan tol kian lancar.

Kedua, optimalisasi kapasitas Gerbang Tol Cikarang Utama dengan memindahkan ke GT Cikampek Utama di KM 70 dan GT Kalihurip Utama di KM 68.

"Dampaknya, mulai dari GT Gerbang Cibatu, Cikarang Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Kalihurip itu semua naik kapasitasnya," imbuh dia.

Raddy menjelaskan, bila tak dipindahkan, diperkirakan 150.000 kendaraan akan melintasi GT Cikarang Utama saat puncak arus mudik. Jumlah tersebut naik bila dibandingkan tahun lalu sejumlah 130.000 kendaraan.

Baca juga: Pemudik, Catat Informasi Lengkap Tarif dan Fasilitas Tol Trans-Jawa

"Tapi karena ini sudah digeser ke sini (Cikampek Utama), itu sudah berkurang hampir separuhnya. Di Cikarang Utama kalau hari-hari biasa 65.000, di sini 27.000 kendaraan," kata Raddy.

Ia menambahkan, tak kurang dari 77.000 kendaraan akan melintas saat arus mudik dan 83.000 kendaraan akan melintas saat arus balik.

Namun, bila skenario sistem satu arah atau one way diterapkan, diperkirakan jumlah kendaraan yang melintas akan naik, yaitu 90.000 kendaraan saat arus mudik dan 98.000 kendaraan saat arus balik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X