Setelah 41 Tahun, Masjid Istiqlal Direnovasi Mulai Hari Ini

Kompas.com - 16/05/2019, 10:49 WIB
Masjid IstiqlalKOMPAS.com / DANI PRABOWO Masjid Istiqlal

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah 41 tahun berdiri, Masjid Istiqlal yang berada di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, direnovasi.

Hal ini menyusul ditandatanganinya kontrak konstruksi pekerjaan renovasi senilai Rp 465.300.998.000 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (16/5/2019).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, renovasi masjid ini merupakan pekerjaan besar. Karena Masjid Nasional Republik Indonesia ini adalah sebuah bangunan monumental yang didesain oleh arsitek kenamaan Tanah Air, Frederich Silaban.

"Ini punya kita semua, karena itu jangan kita sia-siakan untuk menjadikannya lebih baik," ucap Basuki.

Baca juga: Ada Cinta pada Motif Batik Truntum di Masjid Kubus Solo

Pembangunan Masjid Istiqlal pertama kali dicetuskan Presiden Pertama RI, Soekarno. Proses pembangunannya dimulai pada 1961 selama 17 tahun dan selesai pada 1978 di era kepemimpinan Presiden Kedua RI, Soeharto.

Pada tahun lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Basuki untuk segera merenovasi masjid yang mampu menampung 200.000 jamaah ini.

Permintaan itu muncul setelah Presiden mengantarkan Perdana Menteri India, Narendra Modi, berkunjung ke Istiqlal.

"Pak Jokowi, Presiden kita kali ini memiliki tekad yang sangat besar untuk bagaimana masjid kita mengalami atau dillakukan renovasi yang mendasar," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Baca juga: Merancang Masjid Sebaiknya Kontekstual dengan Budaya Lokal

Ia pun berharap pekerjaan renovasi dapat selesai tepat waktu yaitu selama 300 hari kerja atau 10 bulan tanpa ada hambatan yang berarti.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga menegaskan, renovasi masjid ini tidak akan menghilangkan nilai sejarah dan kekhasan gaya arsitekturnya.

Adapun ruang lingkup penataan meliputi penataan ulang kawasan pada plaza dan gerbang, area dalam masjid, mihrab, koridor, ruang wudhu, toilet, perbaikan sistem mekanikal elektrikal dan plumbing bangunan masjid, serta sistem signage.

Proses renovasi sendiri akan dilaksanakan oleh PT Waskita Karya dengan supervisi dari Direktorat Penataan Bangunan pada Ditjen Cipta Karya.

Adapun arsitek yang mendesain renovasi ini adalah Munichy Bachron Edrees, mantan Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) periode 2012-2015 yang juga sekaligus cicit pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X