Tarif Baru Tol Jakarta-Cikampek Masih Dianalisis

Kompas.com - 08/05/2019, 11:00 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/hp. ANTARA FOTO/Risky AndriantoSejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemindahan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) ke GT Cikampek Utama di Km 70 dan GT Kalihurip Utama di Km 67 di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek berdampak pada rencana penyesuaian tarif tol baru.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang menganalisis perubahan tarif yang diusulkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola tol tersebut.

"Dengan hilangnya GT Cikarut, mereka harus bayar berapa. Harus ditata ulang lagi. Ini yang jadi persoalan sekarang dengan penghilangan GT Cikarut,” ujar Kepala BPJT Dana Parikesit di Jakarta, Selasa (8/5/2019).

Baca juga: Saat Mudik, Sistem Satu Arah Akan Berlaku di Tol Jakarta-Cikampek

Danang melanjutkan, penentuan tarif baru itu nantinya bisa dilaksanakan jika sudah ada keputusan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Setelah itu, BPJT akan melakukan uji coba atau simulasi tarif baru selama satu minggu. Tarif baru bisa diimplementasikan tiga minggu kemudian.

"Namun, sampai hari ini belum diputuskan. Pak Menteri kan pergi ke luar kota, jadi kami masih menunggu keputusan beliau seperti apa sistem transaksinya," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, GT Cikarang Utama dipindahkan karena diprediksi akan terjadi kepadatan arus kendaraan di gerbang tol ini selama mudik dan balik Lebaran.

Baca juga: SSA di Tol Jakarta-Cikampek Juga Berlaku Saat Balik Lebaran

GT tersebut pindah dari semula di Km 29 menjadi ke Km 67 Tol Cipularang dan Km 70 Tol Jakarta-Cikampek.

Relokasi GT Cikarang Utama ke Km 70 dilakukan untuk melayani transaksi pembayaran kendaraan yang menuju ke arah Palimanan, sedangkan relokasi di Km 67 untuk melayani transaksi pengguna jalan tol menuju ke arah Cileunyi.

Nantinya, sistem transaksi pembayaran di Tol Jakarta-Cikampek akan mengalami perubahan dari sebelumnya menggunakan dua sistem, yakni transaksi terbuka dan tertutup, menjadi hanya sistem transaksi terbuka secara keseluruhan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X